Berita

Kim Kurniawan/Net

Olahraga

Eksekusi Kim Kurniawan Melambung, Persib Gagal Capai Final

MINGGU, 05 MARET 2017 | 21:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pusamania Borneo FC sukses melaju ke final Piala Presiden 2017 setelah mengandaskan perlawanan Persib Bandung melalui drama adu penalti pertandingan leg kedua semifinal di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (5/3) malam WIB.

Adu penalti digelar setelah dalam pertandingan berakhir dengan 2-1 kemenangan Persib yang mengubah agregat menjadi imbang. Ini mengingat saat leg pertama, Pusamania menang dengan skor yang sama.

Laga semifinal berjalan sengit. Namun, butuh setengah jam bagi Persib untuk bisa membobol gawang Pusamania melalui tandukan keran Matsunaga Sohei di menit 31. Keunggulan ini berakhir hingga pluit babak pertama ditiup.


Secara mengejutkan, Pusamania yang mengalami tekanan bisa menyamakan kedudukan melalui sundulan Dirkir Glay yang memanfaatkan bola mati tendangan sudut di menit ke-56.

Namun, Persib kembali bangkit melalui gol Atep di menit 72 dan skor berubah menjadi 2-1 untuk Persib.

Perpanjangan waktu 2x15 menit tidak membuahkan hasil. Pasalnya, tidak ada tim yang berhasil menyarangkan gol di babak tambahan waktu tersebut.

Akhirnya, pertandingan dilanjutkan ke adu tendangan penalti.

Seluruh eksekutor Pusamania tampil cemerlang dalam babak adu penalti. Yamasita, Tamsil, Reinaldo, Fandi, dan Dirkir  yang ditunjuk sebagai algojo mampu menyelesaikan tugas dengan baik.

Sementara dari kubu Persib, hanya Kim Kurniawan yang gagal menyarangkan bola. Tendangan Kim melambung jauh di atas mistar gawang.

Sedangkan Vujovic, Matsunaga, dan Febri berhasil.

Dengan hasil ini, Pusamania Borneo melaju ke final dan akan berhadapan dengan Arema atau Semen Padang yang baru akan bertanding di semifinal. Di leg pertama, Semen Padang unggul 1-0 di kandang. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya