Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Menpar Terkesan Perbincangan Raja Salman dan Pastor Katolik Di Bali

MINGGU, 05 MARET 2017 | 11:47 WIB | LAPORAN:

Mengenakan setelah jas hitam, peci dan sepatu hitam, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud beserta rombongan di VVIP Bandara Ngurah Rai, Bali.

Sabtu sore kemarin (4/3), mantan Dirut PT Telkom ini berangkat dari Jakarta mendahului rombongan raja. Begitu pesawat kerajaan Arab Saudi yang moncongnya bertulis "God Bless You" dan bendera Arab itu landing, dia pun menunggu di bawah.

Kalimat yang diucapkan Menpar Arief Yahya adalah: "Ahlan wa sahlan wa marhaban, Alhamdulillah ala salamah." Sambil bersalaman dengan Raja Salman, Arief Yahya menunjukkan hormat dan mengucapkan salam itu. Tidak banyak yang diungkapkan Raja Salman yang usianya sudab kepala 8 itu. "Saya masih ingat, beliau menjawab, 'Alhamdulillah. Syukron. Katsiran," sebut Arief, menirukan sang Raja.


Menpar Arief Yahya berharap Raja Salman bisa berlibur bersama keluarga dalam suasana yang sangat nyaman. Tidak terganggu oleh apapun juga, dan menikmati suasana Pulau Dewata yang sangat eksotik.

Dia juga berharap seluruh rombongan yang sekitar 1.500 orang itu juga nyaman berada di pulau terbaik di dunia dan menjadi andalan pariwisata Indonesia itu.

Menpar Arief Yahya ditemani tokoh enam agama dalam menyambut Raja Salman di Bali.

"Ada kejadian yang unik saat menerima Raja Salman. Beliau sempat berbincang sejenak dengan Pastor Katolik Romo Venus Dewantara, dalam Bahasa Arab. Saya sempat tanya, kok bisa? Rupanya Sang Romo pernah kuliah di Mesir, maka suasana menjadi sangat indah, penuh toleran, penuh hormat, raja ini sangat menghormati perbedaan," kata Arief Yahya sebagaimana rilis dari Kemenpar.

Selain Menpar yang asli Banyuwangi itu, pejabat lain yang turut menyambut kedatangan Raja Arab Saudi di Bandara I Gusti Ngurah Rai adalah Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, Wakapolri Komjen. Pol. Syafruddin, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Rainhard Golose, Ketua MUDP Jro Gede Putus Upadesa, Ketua PHDI Prof.  I Gst Ngr Sudiana, Msi, Ketua forum kerukunan umat beragama (FKUB) Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet.

Adapun para pemimpin majelis agama yang hadir adalah  I Gst. Md. Ngurah (Hindu), KH. Taufiq As'Adi ( MUI), Bishop DR. Waspada (Kristen Protestan), Romo Venus Dewantara (Katolik), Pendeta Eka Wiradarma (Budha), dan Pendeta Adinata Lee (Konghucu).[wid]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya