Mengenakan setelah jas hitam, peci dan sepatu hitam, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud beserta rombongan di VVIP Bandara Ngurah Rai, Bali.
Sabtu sore kemarin (4/3), mantan Dirut PT Telkom ini berangkat dari Jakarta mendahului rombongan raja. Begitu pesawat kerajaan Arab Saudi yang moncongnya bertulis "God Bless You" dan bendera Arab itu landing, dia pun menunggu di bawah.
Kalimat yang diucapkan Menpar Arief Yahya adalah: "Ahlan wa sahlan wa marhaban, Alhamdulillah ala salamah." Sambil bersalaman dengan Raja Salman, Arief Yahya menunjukkan hormat dan mengucapkan salam itu. Tidak banyak yang diungkapkan Raja Salman yang usianya sudab kepala 8 itu. "Saya masih ingat, beliau menjawab, 'Alhamdulillah. Syukron. Katsiran," sebut Arief, menirukan sang Raja.
Menpar Arief Yahya berharap Raja Salman bisa berlibur bersama keluarga dalam suasana yang sangat nyaman. Tidak terganggu oleh apapun juga, dan menikmati suasana Pulau Dewata yang sangat eksotik.
Dia juga berharap seluruh rombongan yang sekitar 1.500 orang itu juga nyaman berada di pulau terbaik di dunia dan menjadi andalan pariwisata Indonesia itu.
Menpar Arief Yahya ditemani tokoh enam agama dalam menyambut Raja Salman di Bali.
"Ada kejadian yang unik saat menerima Raja Salman. Beliau sempat berbincang sejenak dengan Pastor Katolik Romo Venus Dewantara, dalam Bahasa Arab. Saya sempat tanya,
kok bisa? Rupanya Sang Romo pernah kuliah di Mesir, maka suasana menjadi sangat indah, penuh toleran, penuh hormat, raja ini sangat menghormati perbedaan," kata Arief Yahya sebagaimana rilis dari Kemenpar.
Selain Menpar yang asli Banyuwangi itu, pejabat lain yang turut menyambut kedatangan Raja Arab Saudi di Bandara I Gusti Ngurah Rai adalah Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, Wakapolri Komjen. Pol. Syafruddin, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Rainhard Golose, Ketua MUDP Jro Gede Putus Upadesa, Ketua PHDI Prof. I Gst Ngr Sudiana, Msi, Ketua forum kerukunan umat beragama (FKUB) Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet.
Adapun para pemimpin majelis agama yang hadir adalah I Gst. Md. Ngurah (Hindu), KH. Taufiq As'Adi ( MUI), Bishop DR. Waspada (Kristen Protestan), Romo Venus Dewantara (Katolik), Pendeta Eka Wiradarma (Budha), dan Pendeta Adinata Lee (Konghucu).
[wid]