Berita

Sri Mulyani/Net

Bisnis

Menko Darmin Kebingungan, Menkeu Sri Kebanyakan Retorika

MINGGU, 05 MARET 2017 | 09:27 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Menko Perekonomian Darmin Nasution terkesan kebingungan mengkoordinasikan kementerian-kementerian di bawahnya.

Bukannya bersinergi, yang terjadi justru pertarungan kebijakan antar kementerian.

"Misalnya, antara Kementerian Pertanian
Perdagangan tidak sinkron. Antara Kementerian KUKM dan Kemendag serta Kementerian Perindustrian tidak saling menguatkan. Bahkan terkesan saling meniadakan dan masih banyak lagi kelemahan Menko jika dipaparkan," papar Direktur Riset Global Base Review (GBR), Sutia Budi.

Perdagangan tidak sinkron. Antara Kementerian KUKM dan Kemendag serta Kementerian Perindustrian tidak saling menguatkan. Bahkan terkesan saling meniadakan dan masih banyak lagi kelemahan Menko jika dipaparkan," papar Direktur Riset Global Base Review (GBR), Sutia Budi.

Menurut Sutia, saat ini dibutuhkan Menko yang kuat, mampu mengkoordinasikan dan menyinergikan kekuatan.

Ia juga mempertanyakan janji Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menerima mandat dari Presiden Jokowi pada Desember 2016 lalu.

"Ingat loh, Desember lalu Bu Menteri pernah mengatakan bahwa 'Saya berjanji menerima pekerjaan sebagai Menteri Keuangan untuk membuat APBN yang bisa menciptakan masyarakat adil dan makmur. Tapi mana buktinya?" kritik Sutia.

Sebagai catatan,  laporan Indeks Daya Saing Global periode 2016-2017 yang dirilis World Economic Forum menunjukkan daya saing Indonesia merosot dari peringkat 37 tahun lalu menjadi peringkat ke 41 tahun ini dari 138 negara di dunia.

Menkeu Sri selalu berdalil bahwa hal itu terjadi karena pertumbuhan ekonomi dunia melambat, upah kemahalan, produktivitas SDM rendah, dan semacamnya.

"Terlalu banyak retorika. Menteri ini harus segera dievaluasi," tukasnya.[wid]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya