Berita

Basuki Hadimuljono dan Budi Karya Sumadi/Kementerian PUPR

Bisnis

Metode Kerja MRT DKI Jadi Inspirasi Kementerian PUPR

MINGGU, 05 MARET 2017 | 08:28 WIB | LAPORAN:

Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menjadi inspirasi bagi Kementerian Pekerjaa Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono sangat terkesan dengan metodologi pembangunan MRT di Jakarta karena tidak menggunakan teknologi baru.

"Kita ingin menggunakan metode kerja pada MRT untuk pembangunan jalan tol, Jalan Trans Sumatera dan Jawa. Metodologi yang dikerjakan sangat rapih dan manajemennya juga baik," terang Menteri Basuki saat ditemui di sela-sela kunjungan bersama Menteri Perhubungan Budi Karya ke Proyek MRT di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.


Secara teknis yang membedakan pembangunan MRT dengan proyek pengendali banjir Sodetan Kali Ciliwung atau Banjir Kanal Timur, jelas Basuki, hanyalah ukuran diameter terowongannya.

"MRT ini dibangun dengan diameter sekitar 6 meter, sementara kalau sodetan Kali Ciliwung sekitar empat meter. Terowongan MRT dibangun dengan jarak lebih panjang yakni enam kilometer. Sedangkan Sodetan Ciliwung sepanjang 1,25 kilometer," urainya.

Lebih lanjut Menteri Basuki menyatakan bahwa Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan terus bersinergi dalam mengintegrasikan infrastruktur transportasi, mulai dari pembangunan jalan tol dan akses jalan menuju bandara maupun pelabuhan.

"Misalnya saja pada kawasan metropolitan Jakarta, Kementerian PUPR membangun jalan tol lingkar dalam dan lingkar luar yang akan menjadi bagian tidak terpisahkan dari MRT," ujarnya.

Konsep pembangunan MRT itu sendiri, menurut Basuki, selain bersifat pelayanan jaringan bawah tanah (underground links) juga akan diintegrasikan dengan sistem pelayanan perkotaan, terutama pada terminal inlet/outlet MRT dengan akses jalan, pendestrian, ruang terbuka hijau/ruang publik, kawasan komersial/shopping malls/central business district, perkantoran, dan hunian vertical (rusun/apartemen) yang dilengkapi prasarana dan sarana perkotaan yang memadai seperti air bersih, air limbah, drainase, dan persampahan.

"Diharapkan masyarakat Jakarta akan segera mampu menyesuaikan dengan budaya baru untuk menggunakan MRT sebagai bentuk pelayanan publik yang lebih baik, murah dan cepat," tandasnya.[wid]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya