Berita

Yaqut Cholil Qoumas

Bisnis

GP Ansor: Aksi Besar-Besaran Dukung Freeport Aneh Dan Sarat Kepentingan

SABTU, 04 MARET 2017 | 06:25 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Gerakan Pemuda (GP) Ansor mencurigai aksi besar-besaran yang akan dilakukan untuk mendukung Freeport pekan depan di Jakarta.

Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Komunitas Gerakan Solidaritas Peduli Freeport akan menggelar aksi tersebut tiga hari berturut di tiga lokasi berbeda. Yaitu, di Gedung DPR RI Senayan pada Senin (6/3), dilanjutkan di Kementerian ESDM pada Selasa (7/3), dan ditutup dengan aksi di Istana Negara pada Rabu (8/3).

GP Ansor yang menduga aksi tersebut digerakkan oleh kepentingan tertentu.


"Ini pasti demo yang digerakkan oleh kepentingan tertentu. Ironis jika demo ini digerakkan oleh Freeport. Mestinya sebagai perusahaan internasional raksasa, penyelesaian sengketa bisnis seharusnya di atas meja bukan di jalan raya," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, dalam keterangannya, Sabtu, (4/3).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Gus Yaqut tersebut mencium adanya keanehan terkait gerakan peduli Freeport. Terlebih eksplorasi yang dilakukan Freeport selama puluhan tahun tidak sebanding dengan apa yang diberikan Freeport, baik untuk rakyat Papua maupun Pemerintah Indonesia.

"Agak aneh ada gerakan peduli Freeport. Bukannya lebih pantas jika ada yang peduli Papua akibat eksplorasi tambang Freeport? Kerusakan alam Papua itu tidak sebanding dengan apa yang diberikan Freeport," ungkap Yaqut yang juga anggota Komisi VI DPR RI tersebut.

Yaqut kembali menegaskan bahwa pemecatan terhadap pegawai yang dilakukan Freeport sebagai upaya menekan Pemerintah sekaligus menunjukkan wajah asli kapitalisme korporasi asing yang hanya berorientasi memperoleh keuntungan semata di bumi Nusantara. Belum lagi adanya kesenjangan upah yang diterima oleh pekerja Freeport dengan komisaris utama Freeport di Amerika.

Adapun pada pertengahan bulan Februari lalu, Komunitas Gerakan Solidaritas Peduli Freeport juga telah menggelar aksi di Papua. Dalam aksi tersebut mereka meminta agar pemerintah pusat memberikan izin ekspor konsentrat terhadap PT Freeport Indonesia.

Kali ini, Komunitas Gerakan Solidaritas Peduli Freeport akan mengerahkan ribuan massa untuk mendesak pemerintah mengeluarkan atau izin ekspor konsentrat jangka panjang. "Kita meminta Pemerintah Pusat segera mengeluarkan izin ekspor konsentrat kepada PT Freeport Indonesia," kata Mikael Adii, koordinator aksi, seperti dikutip dari surat izin unjuk rasa yang ditujukan kepada Kapolri.

Rencana aksi massa ini seperti juga memiliki keterkaitan dengan pernyataan CEO Freeport McMoran Inc Richard Adkerson baru-baru ini yang menyatakan akan lebih keras menghadapi Pemerintah Indonesia. Adkerson menyebutkan, peraturan baru yang dibuat Pemerintah Indonesia sebagai bentuk perampasan aset Freeport.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia siap melayani rencana gugatan Freeport di pengadilan arbitrase internasional. Dukungan luas mengalir kepada pemerintah untuk tidak takut atas ancaman gugatan tersebut. [zul]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Mahkota Peradaban adalah Kemanusiaan

Senin, 26 Januari 2026 | 17:59

Thomas Djiwandono Ulas Arah Kebijakan Ekonomi di Hadapan DPR

Senin, 26 Januari 2026 | 17:49

Pemkab Bekasi Larang Developer Bangun Rumah Baru

Senin, 26 Januari 2026 | 17:46

Pengamat: SP3 Eggi Sudjana Perlu Dikaji Ulang

Senin, 26 Januari 2026 | 17:31

Adies Kadir Diusulkan jadi Calon Hakim MK Gantikan Arief Hidayat

Senin, 26 Januari 2026 | 17:26

Oknum TNI AL Pengeroyok Buruh di Talaud Bakal Ditindak Tegas

Senin, 26 Januari 2026 | 17:13

KLH Tunggu Langkah Kementerian Lain soal Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Senin, 26 Januari 2026 | 16:58

Noel Ebenezer Ingatkan Purbaya: Ada Pesta Bandit Terganggu

Senin, 26 Januari 2026 | 16:53

Longsor Watukumpul

Senin, 26 Januari 2026 | 16:51

Habiburokhman: Rekomendasi DPR kepada Polri Bersifat Mengikat

Senin, 26 Januari 2026 | 16:42

Selengkapnya