Berita

Bisnis

Inilah Rincian Bantuan Freeport Untuk Ekonomi Mimika

JUMAT, 03 MARET 2017 | 23:05 WIB | LAPORAN:

Pada saat PT Freeport Indonesia mulai beroperasi, populasi Mimika masih di bawah 1.000 orang. Saat ini Mimika menjelma menjadi daerah di Papua dengan tingkat migrasi terbesar di Indonesia.

Sekretaris Eksekutif Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), Abraham Timang menyebut, PTFI penggerak utama ekonomi Indonesia.

"Sampai tahun lalu telah 5.860 kelompok usaha dibantu dengan program ekonomi mandiri dan dana bergulir yang dijalankan LPMAK dengan dukungan Freeport," papar Abraham disela-sela kunjungannya di Jakarta dalam rangka bertemu pemerintah pusat terkait isu Freeport.


LPMAK adalah lembaga kemitraan Pemda Mimika dengan penyandang dana utama PTFI, dan sudah menginjak usia 20 tahun.

Menurut data LPMAK, lanjut Abraham, PTFI telah melakukan pendampingan usaha Mikro, Kecil dan Menengah sebanyak 175 pengusaha di mana 36 persennya adalah perempuan.

Menurut Abraham, mereka juga melakukan pengembangan usaha masyarakat berbasis desa. Hingga saat ini telah membina petani dan peternah masyarakat di Mimika sebanyak 181 hektar lahan kakao, 33,4 hektar lahan kopi, 18,43 ton tangkapan ikan dan 80.000 ayam ternak.

Selain bantuan ekonomi, Freeport tercatat telah memberikan total dana pengembangan masyarakat Mimika sebanyak 1,4 miliar dolar AS sepanjang kurun waktu 1992-2015. Di mana dari dana tersebut, total yang dikelola oleh LPMAK sebanyak 660 juta dolar AS untuk kurun waktu 1996-2015.

Di bidang kesehatan, Freeport telah membangun dan mengoperasikan dua rumah sakit, tiga klinik umum dan dua klinik spesialis yang memberikan pelayanan kesehatan gratis di Mimika. Sedangkan di bidang pendidikan, telah dibangun dan dikelola empat asrama pendidikan dan 9.500 beasiswa diberikan untuk rakyat Mimika sejak 1996, di antaranya 67 beasiswa keluar negeri. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya