Berita

Masinton Pasaribu/Net

Hukum

Dana dan Personel Belum Ada, KPK Diminta Tak Buru-Buru Dorong Perwakilan Daerah

JUMAT, 03 MARET 2017 | 22:24 WIB | LAPORAN:

Keinginan KPK membentuk perwakilan di daerah memang bagus. Dengan perwakilan itu, diharapkan pemberantasan korupsi bisa dilakukan lebih masif. Namun, dengan kondisi saat ini, keinginan tersebut sulit untuk dipenuhi.

"Sebenarnya, rencana membentuk cabang atau perwakilan KPK di daerah itu sudah lama. Cuma pertanyaannya, jumlah personelnya cukup nggak? Kemudian masalah anggaran. Selama ini kan masalahnya di anggaran dan personel. Sekarang saja personel KPK masih dalam jumah yang terbatas," kata anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu (Jumat, 3/3).

Kata politisi PDIP ini, rencana pembentukan perwakilan itu juga sudah dibahas KPK bersama DPR. Pembentukan perwakilan itu diwacanakan menggunakan sistem zona, misalnya per kepulauan. Nantinya ada perwakilan Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan Indonesia Timur.


Namun, pembicaraan di DPR belum final. Sebab, kondisi anggaran ada saat ini belum memungkinkan. Saat ini, anggaran untuk KPK dalam APBN masih di bawah Rp 1 triliun. "Dengan anggaran segitu, belum cukup membiayai operasional di daerah-daerah," ucap Masinton.

Karena itu, dia meminta KPK untuk tidak terburu nafsu mendorong pembentukan perwakilan di daerah. Terlebih, di daerah sudah ada Kepolisian dan Kejaksaan yang juga bisa berperan dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.

"Selama ini kan KPK dalam menangani beberapa kasus di daerah diserahkan kepada Kepolisian dan Kejaksaan dan disupervisi penanganannya sama penyidik (KPK). Saya rasa cukup dioptimakan kerja sama dengan Kepoolisian dan Kejaksaan," tuturnya.

KPK, lanjut dia, belum pernah mengusulkan penambahan anggaran kepada DPR terkait rencana pembentukan perwakilan. Namun, dia meyakini, jika ini betul-betul direalisasikan, sudah pasti anggaran di KPK ikut membengkak. "Kalau ada perwakilan di daerah-daerah, anggarannya pasti nambah."

Jika wacana itu dipaksakan, Masinton khawatir malah tidak akan efektif dan mengganggu kinerja komisi antirusuah itu. "Kalau anggarannya belum ada kemudian personelnya terbatas, yang ada malah tidak efektif. Lebih efektif kalau dioptimalkan fungsi penegak hukum lainnya dalam menangani kasus-kasus korupsi. Selama ini kan kerja sama itu sudah dilakukan KPK di beberapa daerah," tambah dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang optimistis pembentukan perwakilan itu bakal terwujud. Hanya saja, dia belum bisa memastikan waktu pembentukannya. "Pembentukan KPK di daerah akan ada. Tapi yang jelas ada pembentukan regionalisasi. Bisa saja per satu pulau akan ada KPK. Namun saat ini masih dalam diskusi," kata Saut.

Yang masih menjadi kajian dalam rencana itu adalah pembentukan struktur organisasi. Model kinerja KPK di daerah juga pasti akan berganti. "Pastinya, kehadiran kami akan lebih banyak di daerah dan tetap ada," lanjut dia.

Dengan keberadaan perwakilan itu, KPK optimisitis pemberantasan korupsi akan lebih baik. "KPK tentu didirikan bukan hanya untuk Jakarta. Karena itulah UU KPK memberikan ruang pembentukan kantor perwakilan di daerah. KPK membutuhkan kantor perwakilan agar upaya pencegahan di daerah lebih maksimal," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah. [zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya