Berita

Bisnis

Era AEOI, Nasabah Jangan Khawatir Rekeningnya Diketahui

JUMAT, 03 MARET 2017 | 13:30 WIB | LAPORAN:

. Pada 2018 mendatang, Indonesia berkomitmen untuk mengimplementasikan pertukaran informasi keuangan atau automatic exchange of information (AEOI) secara otomatis. Nantinya, Indonesia akan masuk ke dalam 101 negara yang ikut dalam keterbukaan informasi keuangan.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ken Dwijugiasteadi mengingatkan kepada nasabah dan juga perbankan untuk tidak takut saat memasuki era ketebukaan informasi data keuangan. Pasalnya, tidak semua data nasabah dapat dilihat oleh pegawai pajak.

"Tenang aja nggak perlu takut, karena tidak semua data rekening itu dapat dilihat sama pegawai pajak. Jadi sampaikan ke nasabah nggak perlu panik karena pajak tidak akan menggunakan data seenaknya sendiri, nggak mungkin setiap pegawai pajak bisa liat rekeningnya. Hanya data yang dibutuhkan," kata Ken di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (3/3).


Ia menjelaskan, data nasabah yang dilihat dalam AEOl ini bukan terkait data pemasukan melainkan data penunjang seperti penggunaan kartu kredit. Ken juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut dalam menggunakan kartu kredit nantinya akan dikenakan pajak tambahan.

Pasalnya, kebijakan itu semata-mata untuk menjalankan perintah Kementerian Keuangan pada 23 Maret lalu melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK.03/2016. Permen itu berisi rincian jenis data dan informasi serta tata cara penyampaian data dan informasi yang berkaitan dengan perpajakan.

"Datanya pasti dirahasiakan. Kami memperoleh data dari pihak ketiga, dan itu tidak boleh dibocorkan kepada siapa pun, karena membocorkan merupakan tindak pidana," katanya.

Dalam peraturan Kementerian Keuangan itu, 23 entitas penyedia kartu kredit diwajibkan melaporkan setiap data dan transaksi kartu kredit kepada Direktorat Jenderal Pajak. Langkah tersebut semata-mata hanya untuk menguji kepatuhan wajib pajak. Banyak pengguna kartu kredit yang merasa waswas karena itu. Namun ada pula yang menanggapi santai.

"Jadi nggak usah panik ketakutan. Ini hanya melihat data saja, tidak semua data bisa dilihat juga, jadi nggak perlu takut kenapa-kenapa," ujarnya. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya