Berita

Hukum

Anggota DPR PKB M‎. Toha Ikut Diperiksa KPK

JUMAT, 03 MARET 2017 | 13:25 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), M‎ohammad Toha dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek jalan pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Penyidik KPK akan menggali keterangan dari Mohamad Toha ketika menjadi Anggota Komisi V DPR pada periode Oktober 2014 sampai November 2015. Diduga, Politikus PKB tersebut mengetahui rangkaian peristiwa dana aspirasi DPR untuk proyek jalan Kementerian PUPR yang berujung rasuah.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka YWA (Yudi Widiana Adia)," ujar Jurubicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (3/3).


Selain Toha, penyidik juga menjadwalkan pemeriksan terhadap saksi lainnya yakni Kepala Biro ‎Pengelolaan Barang Milik Negara dan Layanan Pengadaan, Sumito. Dia juga akan diperiksa untuk tersangka Yudi Widiana Adia.

Sebelumnya, lembaga pimpinan Agus Rahardjo itu telah menetapkan tiga tersangka baru yang dua diantaranya adalah anggota Komisi V DPR, yakni Musa Zainuddin (PKB) dan Yudi Widiana Adia (PKS). Sedangkan satu tersangka lainnya yakni Komisaris PT Cahaya Mas, So Kok Seng alias Aseng.

Dalam kasus ini, KPK juga telah menetapkan tujuh orang tersangka lainnya terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan jalan di Kementerian PUPR ini.

Tiga diantaranya adalah Anggota Komisi V DPR. Mereka yakni, Damayanti Wisnu Putranti dari Fraksi PDIP, Budi Supriyanto dari Fraksi Golkar dan Andi Taufan Tiro dari Fraksi PAN. Ketiganya diduga menerima fee hingga miliaran rupiah dari Direktur PT Windhu Tunggal Utama, Abdul Khoir.

Sementara tersangka lainnya yakni, Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary, Abdul Khoir serta dua rekan Damayanti, Dessy A. Edwin dan Julia Prasetya. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya