Berita

Aktivis anti korupsi asal Sarolangun Jambi

Hukum

KPK Kembali Didesak Ungkap Dugaan Pungli CPNS Di Sarolangun

JUMAT, 03 MARET 2017 | 10:58 WIB | LAPORAN:

. Puluhan aktivis anti korupsi dan mahasiswa asal Kabupaten Sarolangun, Jambi kembali mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis kemarin (2/3).

Kedatangan para aktivis dan mahasiswa untuk kali ketiga ke gedung KPK tersebut untuk mendesak pihak KPK segera memanggil Bupati Sarolangun, Cek Endra yang diduga terlibat dalam aksi pungli CPNS K2 pada tahun 2012 sampai tahun 2015. Kasus ini dinilai merugikan masyarakat hingga mencapai Rp 42,441 miliar.

"Kami meminta KPK secara serius untuk menyelidiki kasus ini, karena kami ingin revolusi mental yang dicanangkan pemerintah dalam pemberantasan korupsi sesuai nawacita Presiden Jokowi bisa terwujud adil dan merata di seluruh indonesia," kata Kordinator Aksi Ahmad Sodikin dalam keterangannya, Jumat (3/3).


Diduga, kasus pungli CPNS tersebut pada pemerintahan Cek Endra melibatkan aktor intlektual dan tangan-tangan besi yang mengendalikan.

"Kasus ini berjalan secara terstruktur dan sistematis, hingga sulit untuk terungkap oleh pihak penegak hukum kejaksaan dan kepolisan di wilayah Sarolangun, Jambi. Untuk itu kami berkali-kali mendatangi kantor KPK untuk melaporkan kasus pungli dan beberapa kasus korupsi lainnya yang dilakukan oleh oknum para penguasa di Pemerintahan Kabupaten Sarolangun," ujar Ahmad Sodikin.

Saat ini, menurut Ahmad Sodikin, nasib korban dari kasus pungli tersebut masih buram dan tidak ada kejelasan. "Masyarakat yang menjadi korban dari kasus pungli yang dilakukan oleh oknum pejabat pemerintahan terkatung-katung menunggu ketegasan hukum dari KPK sebagai lembaga anti korupsi yang masih sangat dipercaya oleh publik," lanjutnya.

Sebelumnya, Ahmad Sodikin mengaku pihaknya sudah melaporkan kasus ini sekaligus menyerahkan data-data sebagai barang bukti kepada KPK sejak 31 Januari 2017 lalu. Mereka berharap kasus pungli yang merugikan masyarakat Sarolangun ini dapat segera diungkap KPK. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya