Kerjasama perdagangan antara Indonesia dan Arab Saudi sempat mengalami defisit. Untuk itu, salah satu poin perjanjian kerjasama Indonesia-Arab Saudi dalam momentum kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud adalah mengejar ketertinggalan atas kekosongan hubungan dagang kedua belah negara.
Begitu kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam acara penandatanganan MoU Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Arab Saudi di di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (2/3).
"Kita menyepakati ketertinggalan kedua negara dalam hubungan dagang. Ada kekosongan dagang nampak sekali dari waktu ke waktu, neraca perdagangan kita turun, karena harga minyak turun dan kondisi perekonomian global," kata Enggar.
Ia berujar, tidak hanya antar pemerintah, kesepakatan bisnis pun kini sudah terjalin B to B dengan Arab Saudi lewat pertemuan Kadin kedua negara.
"Ini semua untuk meningkatkan hubungan kerjasama perdagangan dua negara yang punya hubungan historis yang panjang," tuturnya.
Ia menjelaskan, tahap awal perjanjian kerjasama yang ditandantangani kedua kepala negara di Istana Bogor adalah kesepakatan untuk membuat join study untuk tahap awal peningkatan hubungan dagang.
Apalagi, lanjut Enggar, Arab Saudi kini tak lagi berfokus hanya berbisnis di sektor minyak, tapi sudah mulai tertarik berinvestasi di sektor lain seperti pariwisata.
"Kita berdua (Indonesia-Arab Saudi) meningkatkan semua potensi yang ada. Kita sepakat meningkatkan kerjasama," pungkas Enggar.
[ian]