Berita

Audry Harris Jolly Lapian dan AS. Hasbi Al-Islahi/RNI

Bisnis

RNI-Berdikari Kembangkan Peternakan Unggas Terintegritas

KAMIS, 02 MARET 2017 | 14:18 WIB

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Berdikari telah menindaklanjuti penandatangan kesepahaman (MoU) dalam rangka mewujudkan sinergi BUMN di bidang industri peternakan yang terintegrasi, di Kantor Direksi PT PG Rajawali II Cirebon, kemarin.

Penandatanganan yang dilakukan oleh Direktur Utama PT PG Rajawali II, Audry Harris Jolly Lapian dan Direktur Utama PT BULS AS. Hasbi Al-Islahi ini bertujuan membantu mensukseskan program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan protein hewani nasional.

Direktur Utama PT RNI, Didik Prasetyo dalam rilisnya yang diterima redaksi di Jakarta, (Kamis, 2/3), mengatakan, pengembangan peternakan unggas terintegrasi yang dikembangkan oleh RNI dan Berdikari merupakan sistem peternakan yang menggunakan teknologi modern.


"Di mana kandang akan menggunakan teknologi "close house" sehingga menjamin produk ayam maupun telur yang dihasilkan memiliki standar yang prima, terbebas dari berbagai macam penyakit serta minim polusi," katanya.

Didik menjelaskan, untuk mendukung lokasi penggemukan ayam atau Farm Boiler tersebut pada tahapan selanjutnya akan dibangun rumah pemotongan ayam otomatis dengan kapasitas 2 ribu ekor per jam.

Guna mendukung kecukupan protein hewani nasional, salah satu alternatifnya melalui pengembangan peternakan ayam pedaging dan petelur mengingat kedua komoditi tersebut memiliki harga jual yang terjangkau bagi masyarakat secara luas.

"Hal ini sebagai bentuk kepedulian RNI dan Berdikari atas konsumsi protein hewani per kapita yang masih sangat rendah," terangnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, rata-rata konsumsi protein hewani penduduk Indonesia sebesar 53,91 gram per kapita per tahun, sementara standar kecukupan konsumsi protein berada di angka 57 gram.

Didik menambahkan, ke depan pengembangan bisnis peternakan tersebut akan terus dilakukan dengan menerapkan pola peternakan terintegrasi dari hulu ke hilir di dalamnya mencakup pengembangan indukan, ayam bakalan, pakan ternak serta pengembangan "riset and development" peternakan.

"Tahap pertama sasaran produksi ayam pedaging sebesar 450 ribu ekor per bulan dan telur 12 hingga 14 ton per bulan. Selanjutnya akan dikembangkan sesuai kebutuhan bisnis," tambahnya.

Untuk itu diharapkan dengan kerjasama tersebut peningkatan pemenuhan kebutuhan hewani nasional dapat ditingkatkan sekaligus dapat mengangkat perekonomian masyarakat melalui program petani plasma.

Penandatanganan yang dilakukan oleh Direktur Utama PT PG Rajawali II, Audry Harris Jolly Lapian dan Direktur Utama PT BULS AS. Hasbi Al-Islahi ini bertujuan membantu mensukseskan program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan protein hewani nasional.[wid] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya