Berita

Foto/Net

Bisnis

Anak Buah Susi Terlibat Kasus Lobster Selundupan

KAMIS, 02 MARET 2017 | 09:23 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah berhasil menggagalkan penyelundupan 65.699 ekor benih lobster ke Singapura dan Vietnam senilai Rp 7,07 miliar.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rina mengungkapkan, penyelundupan lobster tersebut terungkap berkat kerja sama pihaknya dengan Kepolisian dan Kementerian Hukum dan HAM.

"Benih lobster itu hasil penindakan terhadap penye­lundupan dari lima lokasi da­lam kurun waktu 3 sampai 22 Februari 2017," ungkap Rina di Jakarta.


Kelima lokasi itu, disebutkan Rina, antara lain di Bandara Internasional Ngurah Rai, Ban­dara Internasional Lombok, dan Surabaya. Dalam kasus ini, kepolisian telah mengamankan 9 orang tersangka.

Rina menerangkan, dari sembilan pelaku satu di antaranya pemain lama, yakni masuk dalam sindikat kejahatan penyeludup benih lobster. Karena, pelaku tercatat sudah melakukan penyelundupan sebanyak 52 kali.

Dia meminta, kasus ini jangan dilihat dari nilai keru­giannya yang berhasil dia­mankan pemerintah tersebut. Karena, sejatinya nilai kejaha­tan yang mereka lakukan jauh lebih besar.

"Sekali jalan saja mereka merugikan negara sebesar Rp 1,2 miliar. Jadi dengan menu­tup jalan mereka melakukan pengiriman benih lobster ilegal, maka kita menyelamatkan negara dari potensi kerugian yang lebih besar," jelasnya.

Rina mengungkapkan, da­lam kasus ini, ada seorang pegawai negeri sipil (PNS) dari KKP yang terlibat. Dari hasil penyelidikan diketahui, pelaku memiliki rekening tidak wajar. Nilainya, mencapai Rp 195 miliar.

Namun saat ditanya lebih de­tail ihwal pelaku, Rina enggan membeberkannya. Dia hanya menyebutkan, pelakunya ber­jenis kelamin laki-laki.

Rina memastikan, pelaku akan diproses hukum hingga tuntas. Menurutnya, kasus ini sudah dilaporkan ke Menteri Susi Pujiastuti.

"Ibu menteri berpesan agar PNS tersebut dimiskinkan saja biar kapok," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Bareskrim Polri Antam Novambar menerangkan, satu benih lobster yang diselundupkan rata-rata dijual 2 dolar AS per ekor. Dan, biasanya pe­nyeludukan dilakukan paling sedikit satu koper.

"Di Vietnam lobster itu dibe­sarkan di tepi pantai. Setelah berhasil dibesarkan, lobster tersebut bisa dijual 100 dolar AS per kilogram (kg). Bayang­kan berapa kerugian negara bila jumlahnya banyak," terang Antam.

Dia curiga lobster di Vietnam sebagian besar dari Indonesia. Sebab, Indonesia merupakan negara yang paling banyak memiliki bibit lobster. Namun, Vietnam tercatat sebagai negara terbesar penghasil lobster.

Antam menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penindakan hukum untuk menghentikan praktik penye­ludupan. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya