Produksi mobil PT Honda Prospect Motor (HPM) tembus satu juta unit. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berÂharap kandungan lokalnya juga ditingkatkan.
Hal tersebut dikatakan oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Transportasi, Elektronika KeÂmenperin I Gusti Putu SuryÂawirawan di sela-sela acara seremoni Satu Juta Produksi di PT Honda Prospect Motor di Karawang, Jawa Barat. "Kita apresiasi capaian satu juta unit mobil," ujarnya.
Menurut Putu, capaian ini membuktikan jika Honda serius menjadikan Indonesia sebagai basis produksinya. Apalagi, produsen mobil asal Jepang itu terus menambah investasinya dan mengandeng mitra lokal.
Saat ini, kata dia, produksi dua pabrik Honda yang ada memiliki kapasitas total lebih dari 200 ribu unit mobil per tahun dengan lebih dari lima model kendaraan. Selain itu, produksi komponeÂnya juga sudah dieskpor.
"Kita berharap Honda terus menambah model kendaraan yang akan diproduksi di dalam negeri, serta meningkatkan kandungan lokal seiring dengan perkembangan kendaraan yang diproduksi," katanya.
Putu menambahkan, dengan peningkatan penggunaan kandÂungan lokal akan memberikan dampak positif bagi perkembanÂgan bisnis Honda di Indonesia dan mendukung perekonomian nasional Indonesia secara kesÂeluruhan.
Apalagi, industri otomotif merupakan salah satu industri andalan dalam kebijakan indusÂtri nasional yang memiliki peran besar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. "Industri otomotif ditargetkan mencapai 2,5 juta unit pada 2020," tuÂkasnya.
President Director PT Honda Prospect Motor Tomoki Uchida mengatakan, sepanjang tahun lalu, jumlah ekspor Honda ProsÂpect Motor meningkat secara signifikan mencapai 7.700 konÂtainer dibanding tahun sebelÂumnya sekitar 5.600 kontainer. "Kami dalam memproduksi komponen sejalan dengan arahÂan global Honda untuk membanÂgun produk lebih dekat dengan konsumen dan mengoptimalkan sumber daya lokal," ujarnya.
Tomoki mengatakan, pihaknya sangat serius menjadikan IndoÂnesia sebagai salah satu basis produksi. Hal ini bisa dilihat dengan pembangunan pabrik di Karawang pada 2003. Pabrik pertama ini memiliki kapasitas 50 ribu unit per tahun dengan nilai investasi Rp 700 miliar. Saat itu, penjualan Honda di InÂdonesia sebanyak 21.650 unit.
Kemudian, perseroan mendiÂrikan pabrik kedua pada 2014 dengan investasi Rp 3,1 triliun. Pabrik kedua ini memiliki kaÂpasitas produksi 200 ribu unit per tahun. Pembangunan pabrik ini untuk memenuhi peningkaÂtan permintaan mobil Honda. "Pada 2016, penjualan mencapai 99.364 unit dengan pangsa pasar 19 persen," ungkapnya.
Investasi Honda dalam penamÂbahan fasilitas terus berlanjut dengan dibukanya pabrik stampÂing yang mulai beroperasi pada Mei 2016. Adapun total investasi sebesar Rp 194 miliar dengan memproduksi panel samping, atap, dan lantai. "Fasilitas ini mempunyai kapasitas produksi hingga 2 juta lembar per tahun untuk memenuhi kebutuhan doÂmestik dan ekspor," jelasnya.
Selain itu, kata dia, perseroan juga telah memulai operasi pabrik crank sharf yang baru pada September 2016 dengan investasi sebesar Rp 228 miliar. "Pabrik ini telah memenuhi peraturan pemerintah untuk proÂdusen mobil
low cost green car. Saat ini, produk-produk Honda yang diproduksi telah memiÂliki kandungan lokal hingga 87 persen," tutup dia. ***