Berita

Foto/Net

Bisnis

Naikkan Terus Ya Kandungan Lokalnya

Produksi Mobil Honda Tembus 1 Juta Unit
KAMIS, 02 MARET 2017 | 09:20 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Produksi mobil PT Honda Prospect Motor (HPM) tembus satu juta unit. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ber­harap kandungan lokalnya juga ditingkatkan.

Hal tersebut dikatakan oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Transportasi, Elektronika Ke­menperin I Gusti Putu Sury­awirawan di sela-sela acara seremoni Satu Juta Produksi di PT Honda Prospect Motor di Karawang, Jawa Barat. "Kita apresiasi capaian satu juta unit mobil," ujarnya.

Menurut Putu, capaian ini membuktikan jika Honda serius menjadikan Indonesia sebagai basis produksinya. Apalagi, produsen mobil asal Jepang itu terus menambah investasinya dan mengandeng mitra lokal.


Saat ini, kata dia, produksi dua pabrik Honda yang ada memiliki kapasitas total lebih dari 200 ribu unit mobil per tahun dengan lebih dari lima model kendaraan. Selain itu, produksi kompone­nya juga sudah dieskpor.

"Kita berharap Honda terus menambah model kendaraan yang akan diproduksi di dalam negeri, serta meningkatkan kandungan lokal seiring dengan perkembangan kendaraan yang diproduksi," katanya.

Putu menambahkan, dengan peningkatan penggunaan kand­ungan lokal akan memberikan dampak positif bagi perkemban­gan bisnis Honda di Indonesia dan mendukung perekonomian nasional Indonesia secara kes­eluruhan.

Apalagi, industri otomotif merupakan salah satu industri andalan dalam kebijakan indus­tri nasional yang memiliki peran besar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. "Industri otomotif ditargetkan mencapai 2,5 juta unit pada 2020," tu­kasnya.

President Director PT Honda Prospect Motor Tomoki Uchida mengatakan, sepanjang tahun lalu, jumlah ekspor Honda Pros­pect Motor meningkat secara signifikan mencapai 7.700 kon­tainer dibanding tahun sebel­umnya sekitar 5.600 kontainer. "Kami dalam memproduksi komponen sejalan dengan arah­an global Honda untuk memban­gun produk lebih dekat dengan konsumen dan mengoptimalkan sumber daya lokal," ujarnya.

Tomoki mengatakan, pihaknya sangat serius menjadikan Indo­nesia sebagai salah satu basis produksi. Hal ini bisa dilihat dengan pembangunan pabrik di Karawang pada 2003. Pabrik pertama ini memiliki kapasitas 50 ribu unit per tahun dengan nilai investasi Rp 700 miliar. Saat itu, penjualan Honda di In­donesia sebanyak 21.650 unit.

Kemudian, perseroan mendi­rikan pabrik kedua pada 2014 dengan investasi Rp 3,1 triliun. Pabrik kedua ini memiliki ka­pasitas produksi 200 ribu unit per tahun. Pembangunan pabrik ini untuk memenuhi peningka­tan permintaan mobil Honda. "Pada 2016, penjualan mencapai 99.364 unit dengan pangsa pasar 19 persen," ungkapnya.

Investasi Honda dalam penam­bahan fasilitas terus berlanjut dengan dibukanya pabrik stamp­ing yang mulai beroperasi pada Mei 2016. Adapun total investasi sebesar Rp 194 miliar dengan memproduksi panel samping, atap, dan lantai. "Fasilitas ini mempunyai kapasitas produksi hingga 2 juta lembar per tahun untuk memenuhi kebutuhan do­mestik dan ekspor," jelasnya.

Selain itu, kata dia, perseroan juga telah memulai operasi pabrik crank sharf yang baru pada September 2016 dengan investasi sebesar Rp 228 miliar. "Pabrik ini telah memenuhi peraturan pemerintah untuk pro­dusen mobil low cost green car. Saat ini, produk-produk Honda yang diproduksi telah memi­liki kandungan lokal hingga 87 persen," tutup dia.  ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya