Berita

Foto/Net

Bisnis

Menteri Rini Cari Investor Luar Bangun Dua Pabrik Gula Baru

Koordinasi Dengan Ganjar & Pak De Karwo
KAMIS, 02 MARET 2017 | 10:06 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menggandeng investor dari luar perusahaan pelat merah untuk membangun dua pabrik gula baru di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Menteri BUMN Rini Soemarno sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo (Pak De Karwo) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Kita akan menawarkan ke­pada pihak investor, apabila mer­eka mau melakukan kerja sama dengan BUMN untuk pemban­gunan dua pabrik gula baru itu," tutur Rini di Jakarta, kemarin.


Rini menargetkan, dua pabrik gula baru tersebut bisa memi­liki kapasitas produksi masing-masing 10.000 ton per hari. Menurutnya, selain penambahan pabrik gula baru, Kementerian BUMN juga akan meningkatkan produksi pabrik gula yang sudah dikelola BUMN seperti pabrik gula Djatiroto di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Kita akan perbesar kapasitas produksi pabrik gula Djatiroto sampai 10.000 ton tebu per hari atau ton cane per day (TCD) dengan pendanaan dari pihak BUMN sendiri," katanya.

Sebelumnya, Rini pernah me­lempar wacana akan melakukan penutupan sembilan pabrik gula milik BUMN yang dinilai sudah tidak efisien.

Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo mengatakan, Kemente­rian BUMN bersama perusahaan perkebunan pelat merah seharus­nya lebih dulu melakukan studi sebelum memutuskan penutupan atau membangun pabrik baru.

"Harus ada studi dulu, perlu atau tidak menutup pabrik gula BUMN yang saat ini dinilai tidak efisien. Termasuk untuk pembangunan pabrik baru," kata Edhy kepada Rakyat Merdeka.

Dari studi dan evaluasi yang dilakukan Kementerian BUMN, kata Edhy, nantinya bisa dilihat, faktor penyebab pabrik gula yang dikelola BUMN tidak efektif.

Dengan begitu, Kementerian BUMN bisa mengambil langkah penanganan yang tepat tanpa harus menutup pabrik lama dan kemu­dian mambangun pabrik baru.

"Pabrik yang ada harus di­maksimalkan. Dari evaluasi kan nanti bisa terlihat, pe­nyebab inefisiensinya apa. Ini harus dibenahi sehingga pabrik bisa dioperasikan lagi, namun produksinya bisa meningkat," sarannya.

Pabrik Terbengkalai

Pengamat BUMN Naldy Nazar Haroen menilai, selama ini pabrik gula BUMN tidak dikelola secara maksimal sehingga banyak yang terbengkalai dan produksinya tidak maksimal.

"Setelah tidak efisien malah ditutup, bukannya dibenahi. Ini juga jadi alasan untuk bangun pabrik baru. Tapi kalau yang bangun lebih banyak swasta, pemerintah tidak bisa lagi men­gontrol harga gula," kata Naldy kepada Rakyat Merdeka.

Daripada membangun pabrik baru, dia menyarankan, Ke­menterian BUMN seharusnya memaksimalkan pabrik gula yang ada saat ini dengan men-support BUMN yang mengelola pabrik tersebut.

"Kementerian BUMN Jangan hanya perhatikan perusahaan pelat merah untuk besar saja. BUMN perkebunan yang selama ini belum maksimal juga harus diperhatikan. Dengan begitu, produksi mereka akan meningkat dan harga gula di masyarakat bisa dikontrol karena gula yang bere­dar banyak," tegasnya. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya