PT Citilink Indonesia melakukan perubahan jadwal penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3).
Penyesuain sejumlah jadÂwal penerbangan tersebut terkait dengan adanya kunjungan kenÂegaraan Raja Arab Saudi SalÂman bin Abdulaziz Al Saud ke Jakarta.
Pelaksana harian (Plh) DirekÂtur Operasional Citilink IndoneÂsia Capt. Arry Kalzaman menÂjelaskan, penyesuaian dilakukan untuk jadwal keberangkatan dan ketibaan Penerbangan Citilink di Bandara Halim.
"Yang diubah hanya jadwal di atas pukul 12.00 WIB dan setelahnya. Penyesuaian jadwal penerbangan tersebut berlangÂsung selama 1-3 jam dari jadwal yang telah ditetapkan," ujar Arry dalam keterangan resminya.
Corporate Communication Manager PT Citilink Indonesia, Ageng W Leksono, mengatakan ada 7 penerbangan Citilink yang disesuaikan pada jadwal penÂerbangannya dari dan menuju Halim Perdanakusuma dari puÂkul 12.00 hingga 14.00 WIB.
"Penerbangan yang disesuaiÂkan yaitu yang menuju Jakarta dari Denpasar, Kualanamu MeÂdan, Semarang. Untuk yang dari Jakarta, ada penerbangan ke Denpasar, Malang, dan Solo," kata Ageng.
Menurut Ageng, pengumuman
Notice to Airman (NOTAM) mengenai delay Bandara Halim selama 2 jam akibat kedatangan Raja Salman sudah didapatkan sejak 2 minggu lalu.
Citilink juga sudah melakukan sosialisasi kepada penumpang yang sudah membeli tiket agar meÂnyesuaikan jadwal penerbangan.
"Kami hubungi via telpon dan menjelaskan terkait hal ini. Kami mohon mereka memakÂlumi," jelas Ageng.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal PerhubunÂgan Udara sebelumnya telah mengeluarkan
Notice To Airmen (NOTAM) Nomor A0687/17 yang menyatakan bahwa seluruh penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma pada tanggal 1 Februari 2017 diperkirakan akan mengalami keterlambatan mulai pukul 12.00-14.00 WIB karena adanya kegiatan VIP di bandara tersebut.
Rombongan Raja Arab Saudi akan berkunjung ke Indonesia pada tanggal 1 hingga 9 Maret 2017. Sebanyak tujuh pesawat
wide dan
narrow body akan dikerahkan untuk membawa rombongan beserta barang-barang logistiknya. ***