Berita

Bisnis

Utang Pelindo II Berpotensi Jadi Masalah Besar

KAMIS, 02 MARET 2017 | 04:49 WIB | LAPORAN:

Kritik keras terlontar dari Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (SP JICT). Terkait kebijakan di PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II soal beban utang perusahaan terhadap Global Bond.

"Harus saya katakan Global Bond Pelindo II tidak jelas. Aset penjaminan berupa proyek infrastruktur pelabuhan tidak jalan. Ini bisa jadi potensi masalah besar," kata Ketua SP JICT Nova Sofyan Hakim kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/3).

Pelindo II seharusnya membayar bunga Global Bond dari proyek-proyek tersebut, bukan dari uang sewa anak-anak perusahaan.


"Saya heran, kenapa Global Bond Rp 21 triliun ditarik semua, sementara proyek tidak berjalan. Bunga Rp 1 triliun per tahun tentu memberatkan Pelindo II," kata Nova.

Padahal, menurutnya, jika bunga Global Bond Pelindo II sebesar Rp 1 triliun per tahun digunakan untuk revitalisasi peralatan pelabuhan maka dapat memangkas dwelling time secara signifikan. Sebab, beberapa pelabuhan peti kemas di Tanjung Priok masih bermasalah soal produktivitas rendah dan dwelling time yang tinggi. Nova mencontohkan kualitas alat-alat di Terminal III Tanjung Priok yang kurang handal.

"Padahal di Priok itu harusnya bisa jadi seragam soal pelayanan. Semua sama dari sisi kualitas alat dan sistem," ujarnya.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa dwelling time di Tanjung Priok seperti JICT masih sekitar 3,5 hari, sementara TPK Koja dan Terminal III di atas empat hari. Meski begitu, kritik keras yang dilontarkan bukan berarti pesimistis kepada Pelindo II.

Nova berharap agar Global Bond bisa dituntaskan segera karena dapat berdampak terhadap sustainabilitas usaha Pelindo II ke depan.

"Jangan sampai negara dapat bad legacy atas kebijakan Pelindo II yang sembrono," imbuhnya. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya