Berita

Bisnis

Inilah Penyebab Harga Properti Selalu Naik Setiap Tahun

RABU, 01 MARET 2017 | 11:20 WIB | LAPORAN:

Investasi properti semakin banyak diminati. Pasalnya, selain harganya selalu naik setiap tahun, harga properti lebih stabil dari pengaruh berbagai faktor spekulasi. Selain itu, keuntungan yang didapatkan juga berganda, dari kenaikan harga tanah atau capital gain dan kenaikan harga penggunaan atau sewa pertahun (yield).

AVP Strategic Marketing Agung Podomoro Land (APL), Agung Wirajaya mengatakan APL tidak hanya memperhatikan harga yang selalu naik. Menurutnya, properti yang dibangun oleh APL dapat menjadi ikon.

"Bagi pengembang seperti kami, sebetulnya tidak hanyak profil yang dicari dari kecenderung harga property yang selalu naik. Kami juga berharap bangunan vertikal yang kami bangun di beberapa kota seperti Batam, Karawang, Cimanggis maupun Balikpapan menjadi ikon kota tersebut," ujarnya di Jakarta, Rabu, (1/3).


Namun, di tengah optimisme pasar properti yang membuncah di tahun 2017, ada enam penyebab yang patut dipertimbangkan kenapa investasi properti lebih menjanjikan cuan dibanding unit investasi lain.

Pertama, faktor luas tanah yang tak bertambah. Kebutuhan terhadap tempat tinggal terus bertambah dari tahun ke tahun. Namun, supply tanah di muka bumi tidak bertambah. Oleh karena itu, sesuai dengan hukum supply and demand, situasi tersebut membuat kenaikan kebutuhan dan harga-harga properti dari tahun ke tahun.

Kedua, jumlah penduduk terus bertumbuh. Jumlah populasi manusia di bumi yang terus membengkak dan tidak dibarengi dengan perluasan tanah membuat harga properti terus naik dari tahun ke tahun. Begitu juga populasi di kota-kota besar di Indonesia

Ketiga, adalah faktor inflasi. Setiap tahun terjadi inflasi. Meski prosentasenya berbeda-beda tetapi mempengaruhi sektor-sektor lain seperti, tingkat suku bunga, percepatan kredit pinjaman , harga bahan bakar, harga-harga kebutuhan pokok, tak terkecuali harga properti.

Keempat, kenaikan harga bahan dasar properti. Seperti harga-harga kebutuhan lain, inflasi juga turut menaikkan harga bahan-bahan dasar bangunan setiap tahun. Seperti harga pasir, semen, batu bata, kayu, cat, dan lain-lain. Akumulasi kenaikan harga-harga bahan dasar bangunan itu ikut menaikkan harga properti setiap tahun.

Kelima, faktor pertumbuhan kelas menengah. Setiap negara sedang giat membangun. Hasil dari pembangunan itu adalah meningkatnya jumlah kelas menengah. Mereka dicirikan selain rata-rata mempunyai pendidikan yang baik, juga mempunyai penghasilan yang stabil. Jika mereka membentuk ikatan rumah tangga, terbentuk dua orang suami-istri yang masing-masing memiliki pendapatan stabil. Mereka inilah pasar paling potensial investasi properti. Seperti memanfaatkan turunnya suku bunga dan tumbuhnya properti-properti baru yang kian menarik. Semakin meningkat jumlah kelas menengah, baik di perkotaan maupun di pedesaan, akan meningkatkan kebutuhan properti.

Keenam, adanya peningkatan industri dan lapangan kerja. Properti secara umum dibagi menjadi 2, yakni properti residensial (hunian) dan properti komersial (sarana bisnis). Jika industri di suatu wilayah berkembang, akan meningkatkan kebutuhan properti komersial yang selanjutnya juga akan menaikkan tenaga kerja. Harga-harga properti kemudian akan melonjak sesuai permintaan, termasuk properti residensial.

Seperti perumahan Grand Taruma, Karawang, yang berdiri di tengah-tengah lingkungan kawasan industri. Kota Karawang yang dulu sepi, setelah hadirnya kawasan industri, selanjutnya mendorong tumbuhnya unit-unit properti lain seperti Grand Taruma. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya