Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pemerintah Dan Freeport Jangan Sampai Bertindak Gegabah

SENIN, 27 FEBRUARI 2017 | 09:44 WIB | LAPORAN:

Indonesia akan mengalami kerugian besar jika kalah dalam gugatan
arbitrase internasional yang diajukan Freeport McMoranm, induk PT Freeport Indonesia (PTFI).

"Reputasi Indonesia akan buruk dan akan berdampak pada iklim investasi," kata politisi Nasdem, Ahmad M. Ali.

Ali juga mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan beberapa hal terkait divestasi.

Ali juga mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan beberapa hal terkait divestasi.

Pertama, sumber pembiayaan divestasi saham harus jelas. Dalam postur APBN saat ini tidak tertera item anggaran untuk tujuan divestasi saham Feeport tersebut. Menurutnya, jangan sampai niatan ini ditunggangi oleh kepentingan pihak tertentu.

"Memanfaatkan kesempatan untuk meraih keuntungan yang bisa merugikan kepentingan negara," imbuhnya.

Skema divestasi saham, lanjutnya, harus dibuat setransparan mungkin. Jangan sampai perusahaan dalam negeri menggunakan biaya pinjaman dana asing.

"Pada akhirnya, substansi divestasi saham menjadi sirna karena hanya akan berpindah tangan tetapi tidak mengubah masalah pokok, yaitu kontrol negara," tambahnya.  

Hal kedua yang perlu digarisbawahi, lanjut dia, terkait PP No 1 tahun 2017 yang mewajibkan pemilik kontrak karya mengubah izinnya menjadi Izin Usaha Penambangan Khusus (IUPK), yang berkonsekuensi pada penciutan luasan konsesi tambang dan jangka waktunya.

"Kalau lahan tambang Freeport diciutkan, pertanyaanya, lahan tersebut akan diserahkan pada siapa? Siapa yang akan mendapatkan hak kelola? Hal ini harus jelas. Jangan sampai ada papa minta lahan jilid II," paparnya kritis.   

Ali berharap, baik pemerintah maupun pihak Freeport bisa mengutamakan dialog untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dan produktif.

"Jangan sampai tindakan gegabah dan emosional justru membuat kepentingan kedua belah pihak dirugikan,” pungkasnya.[wid] 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya