Berita

Foto/Net

Bisnis

Banyak Investor Nafsu Garap Tambang Freeport

Tak Perlu Keluarkan Biaya Riset Besar
SENIN, 27 FEBRUARI 2017 | 09:31 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu tidak khawatir sama sekali jika kerja sama dengan PTFI akhirnya tidak berlanjut akibat perundingan dengan pemerintah mengalami kebuntuan. Karena, dia yakin, banyak investor lain yang ber­minat mengelola aset perusahan asal AS tersebut.

"Kita semua tahu lah jumlah cadangan (konsentrat) di sana. Saya yakin banyak perusahaan yang mau," kata Gus Irawan kepada Rakyat Merdeka, pada akhir pekan.

Untuk melihat potensi itu, lanjut Gus Irawan, sangat mu­dah. Menurutnya, banyak peru­sahaan melakukan riset dengan biaya luar biasa besar untuk mencari sumber tambang poten­sial. Mereka memburu sesuatu yang belum pasti. Sementara, cadangan tambang Freeport sudah diketahui besarannya. Se­lain itu, infrastrukturnya sudah memadai.


Gus Irawan menyarankan, PTFI untuk mematuhi kebijakan pemerintah bila ingin bisnisnya terus berlangsung di Indonesia.

Dia menegaskan, pihaknya mendukung penuh langkah-langkah yang diambil pemerintah di dalam merealisasi­kan amanah Undang-Undang Minerba. Menurutnya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Ta­hun 2017 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, sudah cu­kup bagus. Pemerintah inginkan kepastian pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter), tetapi juga masih membolehkan melakukan ekspor konsentrat.

Seperti diketahui, PTFI menolak sejumlah ketentuan PP Nomor 1/2017.

Antara lain, soal ketentuan pajak baru. PTFI menganggap ketentuan pajak baru tidak memiliki kepastian karena be­sarannya bisa berubah-ubah. Selain itu, PTFI juga menolak ketentuan divestasi sebesar 51 persen dengan alasan aturan itu akan membuat PTFI kehilangan kendali.

PTFI memberikan waktu 120 hari kepada pemerintah untuk mempertimbangkan ke­beratan mereka. Jika tidak, PTFI mengancam akan mem­bawa masalah tersebut ke Badan Arbitrase Internasional.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya juga menyampaikan kesiapannya mengelola tambang PTFI. Menurutnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mampu mengelola tambang PTFI. Apalagi, tam­bang PTFI bukan tambang baru sehingga lebih mudah.

Tak Pengaruhi Iklim Investasi

Pengamat energi dari Uni­versitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai, kegadu­han PTFI tidak mempengaruhi iklim investasi di Tanah Air.

"Ini yang protes cuma Free­port kok. Perusahaan lain bisa menerima. Investor pada tahu, pemerintah sedang menegakkan undang-undang," kata Fahmi kepada Rakyat Merdeka, pada akhir pekan.

Lebih jauh, lanjut Fahmi, malah kegaduhan PTFI mem­berikan kepastian untuk investor. Menurutnya, pemerintah mem­berikan contoh nyata bagaimana konsisten dengan aturan.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan juga memiliki pandangan yang sama. Menurutnya, kasus ini memberikan pelajaran baik bagaimana bisnis pertambangan harus dilaksanakan sesuai dengan regulasi.

Mamit mengatakan, perusa­haan melakukan penawaran dan protes sebenarnya merupakan hal yang biasa dalam bisnis. Hanya saja, untuk PTFI, tidak patut. Karena, selama ini mereka tidak mematuhi kewajibannya dengan baik.

"Seharusnya mereka patuhi dululah permintaan pemerintah. Nanti setelah berjalan, baru bicara perpanjangan kontrak dan lain-lain," cetusnya.

Mamit mengkritisi isu akan masuknya investor China meng­garap tambang Grasberg jika perundingan dengan PTFI ga­gal. Dia meminta, pemerintah hati-hati kerja sama dengan China. Menurutnya, China tidak memiliki keahlian mengelola tambang. Banyak pertambangan dikelola China menimbulkan kecelakaan.

"Kalau mau investasi saja tidak masalah. Tetapi tidak ambil alih semua. BUMN kita jauh lebih mampu mengelola tam­bang," imbuhnya. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya