Berita

Foto/Net

Bisnis

Industri Petrokimia Di Masela Miliki Nilai Ekonomi Tinggi

Bisa Tekan Impor
SENIN, 27 FEBRUARI 2017 | 09:30 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah yakin ren­cana pengembangan in­dustri petrokimia di dekat Blok Masela, Maluku, merupakan keputusan te­pat. Karena, pembangunan itu akan memiliki nilai ekonomi yang tinggi di Tanah Air. Produk petrokimia tersebut akan menekan impor produk tersebut dan turunannya yang nilainya sangat besar.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Bambang Brodjonegoro menilai, ke­beradaan industri pupuk sudah cukup memadai.

"Selama ini setiap pengembangan lapangan gas bumi selalu diikuti den­gan pembangunan industri pupuk. Di Aceh, pengem­bangan lapangan gas diikuti industri pupuk Iskandar Muda. Dan, di Bontang, diikuti industri Pupuk Kaltim," ungkap Bambang di Jakarta, Jumat (24/02).


Menurut Bambang, jika pengembangan lapangan gas di Blok Masela juga diikuti pembangunan in­dustri pupuk, maka akan membuat komoditas terse­but kelebihan suplai. Se­hingga, akan menurunkan nilai ekonomi pupuk.

"Indonesia belum mem­punyai roadmap menjual ekspor produk pupuk. Per­tanyaannya, kalau produksi pupuk tinggi, mau dijual ke­mana? Jangan seolah-olah kalau ada pengembangan gas harus dibangun industri pupuk," imbuhnya.

Bambang meyakinkan pembangunan industri petrokimia sangat tepat. Impor petrokimia saat ini sangat besar sehingga cukup menggerus devisa negara.

Selain itu, Bambang menerangkan, pembangunan industri petrokimia merupa­kan bagian strategi pengem­bangan industri nasional. Keberadaan industri ini diproyeksi bisa mendorong pengembangan industri turunannya seperti industri plastik dan industri tekstil.

"Botol banyak yang dibikin dari plastik. Dan, itu bakan baku dari turunannya petrokimia. Baju yang kita pakai ini benangnya ada yang dari kapas, dan fiber, dan itu turunan petrokimia. Jadi ini industri dasar dan menjadi kebutuhan. Ini industri yang harus ada di situ," katanya.

Menko Perekonomian Darmin Nasution berharap, kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Tanah Air dapat membantu mempercepat pengembangan industri petrokomi­kimia. Menurutnya, Salman sempat menyampaikan ketertarikannya investasi pada industri petrokimia.

"Peluang investasi Arab Saudi di sektor fasilitas industri pengolah minyak mentah dan petrokimia In­donesia sangat terbuka lebar karena pemerintah memang tengah memprioritaskan­nya," imbuhnya. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya