Berita

Foto/Net

Bisnis

Kereta Cepat Mulai Pembangunan Fisik Maret 2017

Setahun Mangkrak Karena Pembebasan Lahan
SENIN, 27 FEBRUARI 2017 | 09:14 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Kereta Cepat Indonesia Chi­na (KCIC) memastikan penger­jaan fisik high speed railway/ HSR atau kereta cepat Jakarta-Bandung akan terealisasi pada Maret 2017.

Proyek konstruksi yang meli­batkan empat konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan China Railway International Co. Ltd tersebut mangkrak ham­pir satu tahun setelah di-ground­breaking Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada awal 2016.

Direktur Utama PT KCIC Hanggoro Budi mengatakan, tahap awal konstruksi dikerjakan untuk 26 kilometer (km) pertama yang dimulai dari Walini, Kabu­paten Bandung Barat (KBB).


"Pengerjaan konstruksi akh­irnya bisa terealisasi karena pembebasan lahan yang sudah mencapai 60 persen dari total keseluruhan dibutuhkan," kata Hanggoro di Jakarta.

Saat ini, tanah yang sudah dibebaskan KCIC tersebar mulai dari Purwakarta hingga Bandung Barat. Koordinasi dengan TNI Angkatan Udara juga sudah dilakukan terkait penempatan stasiun keberangkatan kereta cepat di Halim, Jakarta Timur.

Sambil pembangunan fisik berjalan, sambung Anggoro, pihaknya juga melanjutkan penyelesaian pengadaan tanah yang rencananya menggunakan Undang-Undang Nomor 2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum.

Terkait rencana pembangunan stasiun kereta di komplek Triko­ra Lanud Halim Pedanakusuma, KCIC dan TNI AU telah menan­datangani pernyataan bersama.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Asisten Logistik (Aslog) Kasau Marsekal Muda (Marsda) TNI Yadi Husyadi dan Komisaris PT KCIC Antonius Kosasih, yang disaksikan Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Staf Ahli Menteri BUMN Sahal Lumban Gaol, di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Jumat (24/2).

Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, Pangli­ma TNI menyerahkan aset tanah dan bangunan milik kemente­rian Pertahanan/ TNI AU yang ada di komplek Trikora Halim Perdanakusuma, Jakarta untuk dipergunakan sebagai trase jalur, stasiun. Nantinya sarana dan prasarana pendukung sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Pembangunan stasiun dan trase kereta api cepat merupa­kan program pemerintah yang harus kita dukung, dalam rangka meningkatkan pelayanan trans­portasi untuk masyarakat guna meningkatkan perekonomian sepanjang rute Jakarta-Band­ung," kata Kasau.

Ditambahkannya, TNI AU su­dah menyiapkan kebutuhan tanah untuk pembangunan stasiun kere­ta api cepat seluas 18,6 hektare di kompleks Trikora Halim.

Saat ini di atas tanah tersebut terdapat perumahan dinas dan mess prajurit serta fasilitas sosial lainnya. Oleh karena itu, Ka­sau menegaskan, agar sebelum proses pembangunan stasiun kereta api cepat, terlebih dahulu pihak KCIC membangun rumah dinas, mess prajurit serta fasili­tas pendukung lainya sebagai pengganti di lahan yang sudah disiapkan di Halim Perdan­akusuma, Jakarta.

"Nanti KCIC akan memban­gunkan rumah dinas yang lebih luas dengan fasilitas pendukung­nya untuk warga komplek yang terkena dampak pembangunan dari Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung," tegas Kasau.

Terlalu Dipaksakan

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo menilai, proyek kereta cepat yang terlalu dipak­sakan membuat pelaksanaannya tidak maksimal.

"Studi pembangunannya hanya memakan waktu tiga bulan, ini tak masuk akal untuk pembangunan proyek besar tersebut. Makanya, sampai saat ini pelaksanaannya belum terli­hat," kata Agus kepada Rakyat Merdeka.

Selain itu, ia menilai dari sisi fungsional, kecepatan kereta yang dicapai tidak sebanding dengan manfaat yang didapat.

"Kalau menghabiskan investasi puluhan triliun di wilayah Jawa jelas tidak sesuai visi Nawacita. Mending bangun infrastruktur di kawasan timur Indonesia, atau jalur kereta di Kalimantan, efek ekonominya lebih besar," tegas Agus.

Proyek kereta cepat dibangun konsorsium gabungan antara PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan China Railway Inter­national Co. Ltd, yaitu PT KCIC.

Kepemilikan saham KCIC yaitu 40 persen dimiliki oleh China Railway International Co. Ltd., sementara 60 persen dimiliki PSBI yang merupakan gabungan dari PT Wijaya Karya Persero dengan komposisi pe­nyertaan saham 38 persen, PT Kereta Api Indonesia Persero dengan saham 25 persen, PT Perkebunan Nusantara VIII dengan porsi saham 25 persen, dan PT Jasa Marga dengan porsi saham12 persen. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya