Berita

Sri Mulyani/Net

Bisnis

Target Penerimaan Pajak Diperkirakan Belum Tercapai Di Era Sri Mulyani

MINGGU, 26 FEBRUARI 2017 | 22:37 WIB | LAPORAN:

Mantan menteri keuangan Fuad Bawazier menyoroti belum tercapainya target penerimaan pajak 11 tahun belakangan ini.

"Sudah 11 tahun ini penerimaan pajak tidak mencapai target dan dengan kecenderungan nyata gapnya semakin besar," katanya dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Minggu (25/2).

Menurutnya, kegagalan yang menahun ini sangat menghawatirkan. Pasalnya menurut dia, kegagalan itu menyebabkan kredibilitas APBN semakin menurun.


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah membuat kebijakan penerimaan pajak yang baru. Kebijakan tersebut diyakini Fuad juga tak akan memberikan hasil memuaskan.

"Itu artinya kredibilitas APBN tetap dipertanyakan meski Menkeu Sri Mulyani sudah menurunkan target penerimaan pajaknya," ketusnya.

Kegagalan yang terus berlanjut itu menurutnya mulai mengkhawatirkan pasar keuangan, khususnya para kreditur pemegang Surat Utang Negara RI, dimana mereka khawatir pemerintah gagal bayar utang.

"Saya kira itulah salah satu pertimbangan JP Morgan menurunkan rating Indonesia beberapa waktu lalu yang membuat gusar Menteri Keuangan," katanya.

Untuk menjawab persoalan besar atau tantangan ini, Menkeu sebelumnya yaitu Bambang Brojonegoro, menurut Fuad melihat perlunya di bentuk Badan Penerimaan Negara yang langsung di bawah Presiden sebagai pengganti Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang sudah kedodoran dengan tugasnya itu.

Tugas menghimpun penerimaan negara yang mencapai Rp1.500 triliun terlalu berat bagi sebuah organisasi yang hanya setingkat Direktorat Jenderal, bahkan dengan lebih dari 50 persen pegawai Kemenkeu adalah pegawai Ditjen Pajak.

Menurutnya, pembentukan Badan Penerimaan Pajak adalah sebuah usulan yang realistis untuk mengatasi kegagalan pencapaian target pajak yang sudah berlangsung lama.

"Persoalannya adalah apakah Sri Mulyani rela kekuasaan dan kewenangannya berkurang?"katanya.

Namun, lanjut Fuad, berbeda dengan Bambang Brojonegoro, Sri Mulyani justru akan menentang berdirinya Badan Penerimaan Pajak ini. Karena itu, dia menegaskan bahwa kini kuncinya ada pada Presiden Jokowi dan DPR.

"Walaupun diisukan bahwa pembentukan Badan ini sudah masuk ke prolegnas tahun ini, namun baik Presiden maupun DPR baru akan menyadari pentingnya isu ini setelah semester 1 tahun anggaran 2017, bahwa target pajak tahun ini juga tidak akan tercapai meskipun menterinya Sri Mulyani dan targetnya sudah dipotong," pungkasnya. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya