Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Jangan Kotak-kotakkan Pertamina!

MINGGU, 26 FEBRUARI 2017 | 14:39 WIB | LAPORAN:

Spekulasi mengenai siapa yang akan menduduki posisi Dirut Pertamina semakin liar dan tidak terkendali.

Terlepas dari benar atau tidaknya alasan pencopotan dirut Pertamina, memang sudah seharusnya pemerintah terbuka dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait hal tersebut.

Direktur Executive Energy Watch‎ Mamit Setiawan menegaskan, Pertamina merupakan satu kesatuan entitas baik itu sektor hulu maupun sektor hilir yang tidak bisa dipisahkan.


"Dua sektor tersebut saling men-support satu sama lain terhadap pendapatan Pertamina sebagai Perseroan. Karena itu, sosok dirut Pertamina haruslah yang berkompeten di dua sektor tersebut," kata Mamit.

Sektor hulu merupakan harapan bangsa Indonesia dalam menemukan cadangan migas baru.

Di tengah harga minyak dunia yang masih stagnan di kisaran 52-57 dolar AS per barel, Pertamina Hulu dituntut bekerja keras agar target lifting bisa tercapai.

Sementara sektor hilir juga merupakan tulang punggung pemerintah dalam menyalurkan BBM dan LPG ke seluruh wilayah Indonesia.

"Di tengah harga minyak mentah dunia seperti ini, sektor hilir memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap keuntungan Pertamina," terang Mamit.

Berdasarkan laporan keuangan Pertamina tahun 2016, Penjualan BBM pada triwulan III 2016 mencapai 47,77 juta KL atau naik tipis sekitar 4,3 persen dari 45,81 juta KL pada periode yang sama tahun 2015. Sementara untuk penjualan Non BBM sampai dengan akhir September 2016 mencapai 6,64 juta KL dari atau naik 4,8 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.
 
Selain itu, sektor Geothermal juga perlu dikembangkan Pertamina ke depan.

"Padahal, pada tahun 2016, PGE berhasil mengumpulkan laba sebesar 107 juta dolar AS dan telah berhasil melakukan menghasilkan daya listri sebesar 532 MW. ‎Karenanya, direktur utama Pertamina yang akan datang harus mempunyai sikap integritas dan selalu mengedepankan kepentingan Pertamina dan Indonesia," tegasnya.[wid]



 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya