Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Lebih Baik Masa Tugas Plt Dirut Pertamina Diperpanjang Untuk Seleksi

MINGGU, 26 FEBRUARI 2017 | 13:16 WIB | LAPORAN:

Pertamina sebagai BUMN sektor migas masih rentan terhadap intervensi dan cooptasi kepentingan elit politik dan mafia migas.

Modus konflik seperti menambah posisi wakil direktur utama yang akhirnya berujung pencopotan dirut beberapa waktu lalu menimbulkan ketidakharmonisan di internal Pertamina.

Direktur Eksekutif Indonesian Club‎ Gigih Guntoro mengatakan, hal tersebut seperti memang sengaja dipelihara oleh pihak tertentu agar elit politik dan 'pengusaha hitam' mudah untuk mengendalikan BUMN sektor migas ini sebagai pundi pundi keuangannya.


"Ini tentu tidak luput dari upaya pengusaha hitam untuk menempatkan orangnya sebagai dirut yang merupakan nahkoda BUMN sektor migas ini," kata Gigih.

Menurut Gigih, langkah pemerintah dalam menentukan dirut definitif dalam kurun waktu sepekan ke depan harus banyak mempertimbangkan aspek profesionalitas, integritas dan independensi dari pengaruh kepentingan elit politik dan pengusaha hitam atau bahkan mafia migas.

Ketiga aspek tersebut menjadi satu kesatuan yang harus dimiliki oleh calon dirut Pertamina dan tentunya juga bagaimana bisa membangun relasi dan komunikasi (pengeloaan manajemen) dengan jajaran di bawahnya sebagai satu tim yang membawa misi korporasi baik di nasional maupun internasional.

"Kita patut memberikan apresiasi terhadap dewan komisaris yang secara maraton melakukan uji kompetensi dalam menjaring kandidat dirut Pertamina yang dibatasi waktu selama 30 hari," ujarnya.

Gigih menegaskan, saat ini keputusan ada di tangan Presiden Jokowi. Namun masyarakat tentunya berharap bahwa pemerintah harus memiliki prinsip kehati-hatian dalam memilih pemimpin sehingga mampu membawa Pertamina menjadi pemain migas kelas dunia yang disegani seperti dulu.

"Pemerintah tidak perlu bergantung dengan ucapannya yang akan mengisi posisi dirut paling lama 30 hari setelah pencopotan Dwi Soecipto. Lebih baik menteri BUMN memperpanjang masa tugas Plt dirut atau menunjuk Plt dirut baru agar punya waktu yang cukup dalam menyeleksi calon dirut yang bisa diterima oleh segala pihak," ujarnya.[wid]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya