Berita

Bisnis

Timses Calon Dirut Pertamina Mulai Panik

SABTU, 25 FEBRUARI 2017 | 15:15 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Setelah pencopotan Dirut dan Wakil Dirut Pertamina pada 3 Februari 2017 oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas Dirut adalah Yenni Andayani untuk jangka waktu satu bulan. Jabatan Wakil Dirut pun dihilangkan dari struktur organisasi perusahaan.

Penyeleksian calon Dirut memancing banyak pihak yang berkepentingan menyukseskan calonnya, baik secara benar dan beretika sampai dengan menghalalkan segala cara tidak beretika, termasuk menebar fitnah keji untuk membunuh karakter seseorang.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman.


Dia mengatakan, sejak Rabu 22 Februari beredar delapan nama calon, yaitu Archandra Tahar, Elia Masa Manik, Sofyan Basyir, Rahmad Hardadi, Edwin Hidayat Abdullah, Syamsu Alam, Yeni Handayani dan Arif Budiman. Mereka akan diseleksi oleh Kementerian BUMN, menjadi tiga nama untuk diusulkan ke Presiden Joko Widodo sebelum mendapat persetujuan.

"Beredar kabar kencang bahwa Archandra yang akan terpilih," ucapnya, dalam pesan elektronik kepada wartawan.

Untuk membunuh karakter para kandidat, ungkapnya, digelar operasi khusus. Sebagai contoh, dimunculkan pendapat dari pengamat bernama Faisol Basri dengan berita "Bombastis Soal Pertamina Atas Dasar Ilusi". Sampai sekarang, asal usul dan latar belakang Faisol Basri belum jelas. Diduga nama ini fiktif dibuat mendekati nama Faisal Basri, mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, agar pembaca terkecoh.

Adapun macam-macam judul berita lain seperti "Sengkuni Sang Kreator Di Balik Matahari Kembar Pertamina" dan "Ada Calon Dirut BUMN Sanggup Menyetor 100 M per Bulan".  Karena berita itu disebar di beberapa whatsapp group, akhirnya memancing Fahmi Rady yang adalah mantan anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang juga sahabat Faisal Basri, berkomentar. Menurutnya, upaya mengesankan pembaca bahwa itu adalah tulisan Faisal Basri gagal total.

Kalau melihat pola operasinya, lanjut Yusri, mudah diketahui siapa kreator berita-berita model seperti itu. Ia mengendus "cara kuno" yang selalu digunakan dalam menyingkirkan orang lain dan ingin mengangkat kembali orang yang orang tersebut promosikan sebagai Dirut Pertamina.

"Jangan-jangan, dari pola operasi dan gaya bahasa, bisa jadi ini dilakukan oleh timses AB yang lagi panik juga akibat paslonnya juga tersingkir di Pilkada. Ibarat nasibnya dia, sudah jatuh tertimpa tangga pula," ucap Yusri.

Kesan panik tercemin dari modus operasi menebar fitnah itu. Seolah-olah semua langkah Pemerintah dan Presiden salah. Termasuk mudahnya Presiden dibisiki oleh seseorang.

"Bisa jadi ini dilakukannya karena angan-angan dialah yang paling benar dan tanpa sadar dia telah menuhankan dirinya. Kasihan dan sedih kita melihat orang orang model seperti ini ada di republik tercinta ini," sesal Yusri Usman. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

KH Sholeh Darat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Senin, 30 Maret 2026 | 05:59

Pentingnya Disiplin Informasi dalam KUHP Baru

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43

Dikenal Warga sebagai Orang Baik, Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas

Senin, 30 Maret 2026 | 05:16

Aburizal Bakrie Kenang Juwono Sudarsono sebagai Putra Terbaik Bangsa

Senin, 30 Maret 2026 | 04:57

Mitra MBG Jangan Coba-coba Markup Harga Bahan Baku

Senin, 30 Maret 2026 | 04:40

Ikrar Setia ke NKRI

Senin, 30 Maret 2026 | 04:23

Pertamina Fasilitasi Pemudik Balik ke Jakarta dengan Lancar

Senin, 30 Maret 2026 | 03:59

Merajut Hubungan Sipil-Militer

Senin, 30 Maret 2026 | 03:50

Hadapi Bulgaria, Timnas Indonesia Bakal Tertolong Dukungan Suporter

Senin, 30 Maret 2026 | 03:27

BGN Dorong Penguatan Ekosistem Peternakan Demi Serap Lapangan Kerja

Senin, 30 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya