Berita

Antasari Azhar/net

Hukum

Kasus Antasari Bergulir, Minggu Depan Polisi Periksa Dua Saksi

SABTU, 25 FEBRUARI 2017 | 10:55 WIB | LAPORAN:

Penyidik Dit Tipidum Bareskrim Polri mulai menunjukkan keseriusan mengusut laporan kasus dugaan sangkaan palsu terhadap mantan Ketua KPK, Antasari Azhar. Rencananya, penyidik segera memeriksa dua saksi,

"Tindak lanjutnya, minggu depan ada dua (saksi) yang akan dipanggil," kata Kabag Penum Humas Polri, Komisaris Besar Martinus Sitompul, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (25/2).

Meski demikian, alumni Akpol 1989 itu tidak menyebutkan siapa saksi yang dimaksud. Dia juga tak merinci jadwal pemeriksaan terhadap dua saksi.


Martinus menjamin proses pengusutan kasus dugaan sangkaan palsu itu akan sesuai prosedur standar.

Jika ditemukan unsur pidana, pihaknya akan meningkatkan status proses hukum dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Sebaliknya, jika tidak ditemukan indikasi pidana, maka penyelidikan kasus bakal dihentikan sekaligus mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

"Kalau bukan proses pidana, tentu tidak akan tindaklanjuti (SP3). Tapi, kalau (ditemukan unsur) pidana tentu ditindaklanjuti," ujar mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya tersebut.

Sebelumnya, penyidik Dit Tipidum Bareskrim Polri telah memeriksa Antasari Azhar sebagai saksi pelapor, Kamis lalu (23/2).

Selain memeriksa pelapor, penyidik juga meminta kererangan dari dua saksi lain yaitu pengacara Antasari, Boyamin Saiman, dan adik almarhum Nasrudin Zulkarnaen, Andi Syamsudin.

Antasari sendiri melaporkan kasusnya ke Bareskrim pada Selasa (14/2). Ia menyebut ada rekayasa dalam proses hukum terhadap dirinya dalam perkara pembunuhan bos Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zukarnaen, pada 2009 lalu. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya