Berita

Antasari Azhar

Hukum

Penyidik Sudah Periksa Antasari Dalam Kasus Sangkaan Palsu

SABTU, 25 FEBRUARI 2017 | 10:10 WIB | LAPORAN:

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri telah memeriksa Antasari Azhar dan dua saksi lainnya dalam kasus dugaan sangkaan palsu.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, dicecar penyidik dengan 25 pertanyaan dalam pemeriksaan Kamis lalu (22/2).

"Benar. Sudah diperiksa. Ada 25 perranyaan seputar laporan pelapor (Antasari)," kata Kabag Penum Humas Polri, Komisaris Besar Martinus Sitompul saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (25/2).


Tak hanya Antasari, penyidik juga menggali keterangan dari dua saksi lainnya. Yaitu, Boyamin Saiman selaku pengacaranya dan adik korban pembunuhan yang melibatkan Antasari, Nasrudin Zulkarnaen, Andi Syamsudin.

"Jadi, yang udah diperiksa itu, Pak Boyamin, Pak Andi dan Pak Antasari," papar mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

Martinus menjelaskan, pemeriksaan terhadap pelapor tersebut, untuk menggali informasi soal dugaan kasus sangkaan palsu yamg dilaporkan Antasari.

Termasuk menelusuri potensi unsur pidana yang ada dalam laporan tersebut.

"Penyidik ingin mendapat informasi tentang apa yang disangkakan itu. Apakah ini pidana atau tidak," urai alumni Akpol 1989 tersebut.

Sebelumnya, pihak Polri telah melimpahkan laporan Antasari ke Dit Tipidum untuk memastikan kasus dugaan kriminalisasi yang menyeret nama Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Khususnya, terkait laporan ke Bareskrim Polri oleh Antasari terkait kejanggalan kasus yang menyeretnya, Selasa (14/2) lalu.

Dalam laporannya, Antasari mengungkapkan terkait dugaan penetapan tersangka palsu terhadap dirinya. Mantan Kajari Jakarta Selatan itu melapor dengan Pasal 318 KUHP juncto Pasal 417 KUHP juncto Pasal 55.

Bahkan, Antasari juga menjadi Whistle Blower terkait kasusnya dengan menyebut nama-nama kondang yang diduga terlibat. Mulai dari CEO MNC Group Harry Tanoe hingga SBY.

Ketua Umum Partai Demokrat itu langsung membantah hal tersebut lewat konpers tak lama setelah laporan Antasari di hari yang sama. Keresahan SBY ikut dituangkan lewat cuitan melalui akun media sosial Twitter miliknya dan melaporkan balik Antasari atas pernyataan fitnah. [zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya