Berita

Sri Mulyani Indrawati/Net

Bisnis

Banyak Orang RI Ngumpetin Harta Di Caymand Island Dan Panama

JUMAT, 24 FEBRUARI 2017 | 10:24 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengung­kapkan, banyak orang Indonesia yang menghindari kewajiban pajak dengan cara menyimpan dana di negeri tax heaven.

"Menyembunyikan income itu mudah. Tinggal naik pesawat, buka akun di tax heaven dan buka rekening ke sana. Orang Indonesia kita banyak melaku­kan di Cayman Island dan Panama," ungkap Sri Mulyani, dalam peluncuran laporan ketimpangan oleh Oxfam di Indonesia (Oxfam) dan Interna­tional NGO Forum on Indonesia Development (lNFlD) di Hotel Aryaduta, Jakarta, kemarin.

Oleh karena itu, Ani-panggi­lan akrab Sri Mulyani mengaku kewalahan mengejar pajak orang Indonesia. Makanya, lanjut Ani, dahulu dirinya sering marah-marah di forum internasional.


"10 tahun lalu saat saya jadi Menkeu, kalau saya datang ke forum Internasional, saya bilang hey you know guys aku lagi ingin bereskan tax payer bandel," ungkapnya.

Namun demikian, Ani menegaskan, masalah tersebut bukan hanya dihadapi Indonesia, tetapi banyak negara, termasuk negara besar seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

Menurutnya, kebijakan tax amnesty (pengampunan pajak) antara lain bertujuan untuk me­narik minat orang Indonesia untuk menaruh uangnya kembali ke Tanah Air.

Ani mengatakan, dirinya akan terus berupaya meningkatkan penerimaan pajak. Menurut­nya, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengerek peneri­maan hanya saja masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan.

"Alasan saya kembali ke Indonesia karena di sini masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan untuk mewu­judkan keadilan," kata Ani.

Dia menerangkan, melalui pengelolaan keuangan, dirinya ingin mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif sehingga kesenjangan bisa menurun.

Menurutnya, kinerja pertumbuhan ekonomi di Indonesia selama 10 tahun terakhir sebenarnya tercatat cukup baik.

"Tapi kita juga harus kritisi kualitas dari pertumbuhannya. Di 2011-2012, tiap kenaikan 1 persen pertumbuhan, menurunkan tingkat kemiskinan 0,1-0,6 persen. Tapi sekarang turunnya hanya 0,033 persen. Jadi merosot tajam penurunan ting­kat kemiskinannya," paparnya. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya