Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mulai bergerak melaksanakan perintah Presiden Jokowi untuk menyeÂlamatkan harga gabah petani yang mengalami penurunan belakangan ini.
Kemarin, Amran menggelar rapat koordinasi (rakor) memÂbahas percepatan serap gabah dengan sejumlah instansi lainÂnya terkait. Hadir pada rapat ini antara lain, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono, Dirut Bulog Djarot Kusamayakti, Dirut PT SHS Syaeful Bahri, Dirut PT Pertani, Wahyu dan kepala dinas pertaÂnian provinsi se-Indonesia.
Amran berjanji akan berupaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki harga gabah.
"Kami menargetkan minimal bisa menyerap 4 juta ton dalam waktu 6 bulan. Itu adalah isi dari Perpres arahan Presiden," ungkap Amran.
Dia menjelaskan, penurunan harga gabah disebabkan produksinya berlimpah. Selain itu, kurang optimalnya kualitas gabah akibat tingginya curah hujan.
Sekadar informasi, harga gabah petani anjlok hingga Rp 2.700 per kilogram (kg). Harga itu lebih rendah Rp 1.000 dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp 3.700 per kg.
Untuk mencapai target, Amran menerangkan, pihaknya akan meningkatkan kerja Tim Serap Gabah Petani (Tim Sergab) untuk menyerap gabah petani.
Menurutnya, Perum Bulog akan menyerap gabah dengan kadar air 25 persen seharga Rp 3.700 per kg. "Kadar air tinggi tetap kita beli dengan harga Rp 3.700 per kilo," tegasnya.
Selain itu, Kementan akan menggandeng swasta agar menggerahkan pengering gabah (dryer) sehingga kualitasnya bagus.
Langkah lainnya, lanjut Amran, Kementan akan mengoptimalkan kerja sama dengan 187 ribu unit penggilingan dan mengoptimalkan 50 ribu PetuÂgas Penyuluh Lapangan (PPL) bersama TNI.
Panglima TNI Gatot Nurmatyo menyatakan akan mengawal proÂgram penyerapan gabah.
"Kasihan petani yang telah bersusah payah menanam kalau harga yang diterima hanya Rp 2.800 per kilo," ungkapnya.
Gatot mengatakan, akan meÂmerintahkan Kodim untuk turun membantu pembelian gabah. Bila perlu, ikut membantu menyimpan gabah bila gudang Bulog penuh. "Kantor Kodim bisa digunakan untuk membantu melakukan penyimpanan," katanya.
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono menegaskan, pihaknya berkomitmen penuh untuk mendukung proÂgram swasembada pangan.
"TNI akan menindak tegas pihak-pihak yang menghaÂlangi program swasembada. Seperti tidak memainkan harga dan distribusi pupuk," tegas Mulyono. ***