Berita

Foto/Net

Bisnis

Industri Tembakau Dukung Penyederhanaan Tarif Cukai

JUMAT, 24 FEBRUARI 2017 | 08:55 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Aliansi Masyarakat Tem­bakau Indonesia (AMTI) men­gapresiasi rencana penyeder­hanaan struktur tarif cukai rokok yang akan dilakukan pemerintah pada 2018. Di­harapkan beban industri rokok berkurang dan pendapatan negara juga tidak bocor lagi

Ketua Umum AMTI Bu­didoyo Siswoyo mengakui, tingkatan atau struktur cukai saat ini terlalu panjang kar­ena ada 12 tingkatan. Setiap tingkatan tarifnya berbeda. "Kita tentu dukung kalau pemerintah mau mengurang­inya," ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Namun, dia mengaku, be­lum bisa menghitungnya. Menurut dia, setiap pabri­kan mempunyai hitungannya masing-masing. "Kita tunggu undangan pemerintah. Biasan­ya produsen diundang untuk membahas setiap kebijakan," katanya.


Budidoyo mengungkapkan, produksi rokok tahun lalu ca­pai 343 miliar batang. Namun angka ini di bawah produksi tahun sebelumnya. Penyebab­nya adalah kenaikan cukai dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). "Penyebaran rokok ilegal pun marak," tukasnya.

Rencana penyederhanaan struktur tarif cukai telah dike­mukakan oleh Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi dalam ber­bagai kesempatan. Menurut dia, pada 2018 pemerintah akan memangkas struktur menjadi 9 atau 8 tingkatan (layer) tarif.

"Mulai 2018 kita akan kurangi tingkatan tarif mung­kin jadi 9 atau 8. Jadi pemer­intah dengan kebijakan ini berharap, jangan sampai layer ini dimanfaatkan men-switch pita cukai dari harga murah ditempelkan ke harga rokok yang lebih mahal," jelasnya.

Pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Bambang Riyan­to menjelaskan, penyederha­naan cukai sangat diperlukan untuk menghindari kecuran­gan yang akan merugikan negara. Kerumitan struktur cukai yang mencapai 12 lapis akan memicu praktik curang pihak-pihak tertentu. "Misal­nya, untuk harga rokok mahal, mereka akan membeli pita cukai untuk rokok murah. Ini tentu akan merugikan negara," lanjutnya.

Bambang menambahkan, potensi kecurangan ini su­dah ia temukan melalui riset Survei Cukai Nasional yang dilakukan rutin dua tahunan. Bahwa tarif cukai yang rumit menghasilkan ketidakpatuhan yang lebih tinggi. Sebaliknya, ketidakpatuhan minim terjadi ketika kondisi struktur tarif cukai sederhana.

Anggota Komisi XI DPR Hendrawan Supratikno me­nyambut baik rencana Ditjen Bea Cukai untuk mengurangi tingkatan tarif cukai rokok yang dari 12 menjadi 8 atau 9 saja di 2018. Dengan pen­gurangan tingkatan tarif akan meningkatkan kepatuhan.

"Memang tingkatan tarif cukai harus dibuat lebih seder­hana. Saya yakin dengan ting­katan tarif yang lebih sederhana tingkat kepatuhannya juga akan semakin tinggi, karena orang tidak ingin berurusan dengan sesuatu yang rumit," tukasnya.

Menteri Keuangan Sri Mu­lyani mengakui, peraturan perpajakan di Indonesia san­gat rumit dan penerimaan pa­jak masih menjadi salah satu tantangan bagi pemerintah. "Negara lain di dunia menge­nal aturan pajak kita (sebagai) the most complicated rezim pajak," tukasnya.

Untuk diketahui, pemerin­tah menargetkan penerimaan negara tahun ini dalam Ang­garan Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp 1.750,3 triliun. Jumlah ini terdiri dari target penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.489,9 triliun. Se­mentara itu, tahun lalu produk tembakau menyumbangkan 95 - 96 persen pendapatan cukai, atau setara dengan Rp 137,9 triliun. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya