Berita

Foto/Net

Bisnis

KAI Siap Suntik Dana Proyek LRT

Manfaatkan PMN Dari Pemerintah
KAMIS, 23 FEBRUARI 2017 | 09:14 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Kereta Api Indonesia (Perse­ro) menyanggupi penugasan dari pemerintah untuk ikut menyun­tikan dana dalam pembangunan prasarana proyek kereta api ringan, atau Light Rapid Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) senilai Rp 23,3 triliun.

Nantinya, KAI akan meman­faatkan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) yang sudah disuntikkan ke perusahaan kereta api pelat merah tersebut.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, pemerin­tah sebelumnya telah mendapuk KAI sebagai investor dan pelak­sana operasional sarana LRT Jabodebek bersama PT Adhi Karya (Persero).


"Sekarang KAI ditugaskan un­tuk suntikan modal, ya kita siap.Kalau ini penugasan, ya harus kita lakukan. Keluar Peraturan Presi­den (Perpres) nanti kita langsung jalankan," ujar Edi di Jakarta.

Edi menjelaskan, dilibatkan­nya KAI dalam peroses penda­naan karena pemerintah melihat peluang ketersediaan pendanaan KAI yang berasal dari PMN yang akan cair secara bertahap di tahun ini.

Pemerintah berharap, dengan adanya PMN yang diterima PT KAI beban pembiayaan LRT yang sebelumnya ditanggung Adhi Karya dapat sedikit berkurang. Meski pada dasarnya PMN berasal dari kantong Anggaran Pendapa­tan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, meski pihak KAI telah bersedia ikut dalam pendanaan pem­bangunan proyek LRT, namun pemerintah masih menghitung total biaya yang akan diajukan.

"Kita belum tahu apakah PT KAI sudah siap dengan total biaya yang akan diajukan. Total biayanya belum diputuskan, karena sampai saat ini total ang­garannya masih dihitung oleh pemerintah," kata Budi Karya.

Pemerintah, lanjut Budi, masih melihat kesanggupan neraca keuangan KAI untuk meng-carry pinjaman dan bis­nisnya. Pemerintah juga masih memproses detail apa saja yang akan di-cover oleh KAI.

"Tapi kalau dilihat dari pengalaman PT KAI, kami yakin akan memudahkan pembangu­nan LRT tersebut," ujar Budi.

Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto menyambut baik rencana pemerintah melibatkan KAI sebagai investor pembangunan prasarana LRT sepan­jang 43 kilometer tersebut.

"KAI menjadi pilihan yang tepat bagi pemerintah lantaran memiliki ketersediaan dana PMN yang cukup untuk disuntikkan ke proyek," kata Budi Harto.

Total pendanaan yang dibu­tuhkan untuk membangun prasa­rana dan sarana LRT Jabodebek mencapai Rp 27 triliun yang terbagi atas Rp 23,3 triliun prasa­rana dan sisanya kebutuhan dana membangun sarana.

Dengan kebutuhan tersebut, skema pembiayaan akan terbagi atas Rp 9 triliun dari PMN Adhi Karya sebesar Rp 1,4 triliun yang telah diberikan pemerintah di 2015 dan telah cairkan untuk pembangunan awal.

Kemudian sisanya, sekitar Rp 7,6 triliun ditutup oleh KAI. Sementara, kebutuhan Rp 18 triliun akan ditutup dengan pinja­man perbankan dan dijamin oleh pemerintah melalui Public Ser­vice Obligation (PSO). ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya