Berita

Net

Politik

KPU: Partisipasi Pemilih Selalu Turun Di PSU

RABU, 22 FEBRUARI 2017 | 17:39 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) yang digelar di beberapa daerah tidak seramai saat hari pencoblosan serentak 15 Februari lalu.

Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah Data mengatakan, angka partisipasi masyarakat yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) cenderung turun, bahkan jumlahnya tidak sama dengan yang datang sebelumnya. Menurutnya, hal itu tidak hanya terjadi pada pemilihan kepala daerah tapi juga pada pemilu legislatif maupun pemilihan presiden.

"Iya kebanyakan dari tahun ke tahun juga begitu. Termasuk pileg, pilpres memang partisipasi cenderung turun," ujarnya di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta (Rabu, 22/2).


Ferry menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang berkontribusi pada menurunnya angka partisipasi pemilih. Seperti pemilih enggan datang kembali ke TPS, kurangnya informasi terkait pelaksanaan PSU atau bisa juga karena waktu yang kurang pas.

Dia mengatakan, tidak banyak hal yang bisa dilakukan KPU untuk mengatasi fenomena  tersebut. Selain mengimbau masyarakat untuk kembali memberikan hak suaranya saat PSU.  

"Kalau kami harapannya diusahakan jangan ada PSU," kata Ferry.

Berdasarkan data KPU, pada lima daerah yang sudah menyelenggarakan PSU sebagian besar mengalami penurunan partisipasi pemilih. Di DKI Jakarta TPS 29 Kalibata sebelum PSU ada 456 pemilih dan setelah PSU sebanyak 412 pemilih, sedangkan di TPS 01 Utan Panjang (sebelum PSU 442 pemilih, setelah PSU 257). Kemudian di Buton Tengah TPS 2 Desa Inulu (sebelum PSU 114, setelah PSU 109), Kabupaten Kepulauan Sangihe (sebelum PSU 323, setelah PSU 257).

Sementara di Provinsi Banten, dari 15 TPS di Kecamatan Teluk Naga yang menyelenggarakan PSU hanya dua TPS yang mengalami penurunan jumlah pemilih yakni TPS 8 (sebelum PSU 290, setelah PSU 287) dan TPS 11 (sebelum PSU 252, setelah PSU 251). [wah] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya