Berita

Natalius Pigai/net

Politik

Natalius Pigai: Gubernur Papua Tidak Pandai Menjaga Perasaan Rakyat

SELASA, 21 FEBRUARI 2017 | 19:23 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tokoh nasional asal Papua, Natalius Pigai, mengkritik pernyataan dan sikap keras yang sering ditunjukkan Gubernur Papua, Lukas Enembe, dalam menyikapi polemik antara PT Freeport Indonesia dan pemerintah pusat.

Natalius yang kini masih menjabat salah satu pimpinan di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengaku tidak mengenal baik sosok Lukas Enembe. Karena itu, selama ini ia jarang mengkritik atau memberi masukan kepada Lukas tentang kebijakan memajukan Papua. Namun, kini Natalius menilai Lukas kerap bersikap tidak proporsional, terutama dalam isu menyangkut Freeport.

"Baru kali ini saya dengan lancang mau kritik, bahwa Pak Gubernur tidak pandai menjaga perasaan rakyat, perasaan karyawan, juga perasaan sebagian besar dari kaum terdidik dan aktivis kemanusiaan, termasuk perasaan perusahaan," katanya, dalam pesan elektronik yang diterima redaksi.


Sebagai putra daerah Papua, Natalius sendiri mengaku sebelumnya enggan membicarakan isu Freeport. Ia beralasan untuk menjaga perasaan keluarga dan kerabatnya di kampung halaman.

"Tidaklah elok untuk bicara saat ini," ungkap Natalius.

Natalius mengaku mengetahui persoalan Freeport dan rencana divestasi yang diajukan pemerintah berdasarkan penjelasan Luhut Binsar Panjaitan (kini menjabat Menko bidang Maritim) pada Oktober 2014 silam.

"Saya sangat tahu segalanya, telah dijelaskan secara gamblang. Gubernur mungkin tahu atau tidak saya tidak paham," jelas Natalius.

Dia pun mengajukan beberapa pertanyaan kepada Gubernur Lukas, terutama soal nasib rakyat Papua setelah Freeport berhasil "dikuasai" Jakarta.

"Apakah setelah Freeport dikuasai Jakarta semua masalah selesai? Apakah tidak akan ada lagi pelanggaran HAM di wilayah Freeport, apakah Jakarta akan mempekerjakan putra-putri Papua? Apakah Freeport bekerja profesional termasuk tidak mendanai operasi militer atau hal yang berkenaan dengan penetrasi kapital, penetrasi sipil dan didukung oleh hegemoni militer?" tulisnya.  

Dalam pandangannya pribadi, tarik ulur antara pihak Freeport McMoran dan pemerintah pusat di Jakarta belakangan ini hanya permainan sekelompok kecil "elite Jakarta" yang memiliki kekuasaan dan uang.

"Jadi kalau (Lukas) tidak tahu masalah sebaiknya jangan asal ngomong, karena Anda tuan rumah atau seorang gubernur di mana Freeport ada di honai yang Anda pimpin," tegasnya.

Natalius mengatakan, adalah lain hal jika Gubernur Lukas Enembe bekerja untuk kepentingan segelintir elite di Jakarta yang ingin menguasai Freeport dan kekayaan alamnya. Dugaan dia, kemungkinan itu ada. Apalagi jika diwarnai janji memberi dukungan partai tertentu, selain Demokrat, agar Lukas bisa maju kembali sebagai Calon Gubernur Papua di Pilkada 2018.

"Kalau itu sikap Anda, kami hormati, silakan. Kita akan siap lawan," tegas Natalius. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Kini Posko Pengungsian Korban Gempa NTT Tersedia Internet Gratis

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:45

HUT ke-81 RI Momen Memperkuat Kebersamaan dan Gotong Royong

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:28

Merdeka Bernegara, Jalan Panjang Berbangsa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:00

32 Kendaraan Hias Semarakkan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di Monas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:50

Langkah Cepat Polri Tangani Korban Gempa NTT Tuai Apresiasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:30

Polda Malut Terima 16 Senjata Api Ilegal dari Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:05

Saatnya Indonesia Berdaulat dalam Sektor Pangan dan Energi

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:45

Upaya Menjaga Kedaulatan Pilihan Pengurus NU

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:22

BCA dan Pegadaian Luncurkan Layanan Tabungan Emas di myBCA

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:51

Listrik dan Telekomunikasi di Flores Hampir Pulih 100 Persen

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:50

Selengkapnya