Berita

Politik

Mendagri Harus Paham, Berhentikan Ahok Tanpa Harus Fatwa MA Atau Putusan PTUN

SELASA, 21 FEBRUARI 2017 | 17:32 WIB | LAPORAN:

Mendagri Tjahjo Kumolo belum juga memberhentikan Basuki T. Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta meski sudah berstatus terdakwa.

Jangan sampai surat balasan dari Mahkamah Agung dianggap melegitimasi keputusan Mendagri.

"ACTA sebagai pihak yang mengajukan gugatan PTUN keberatan dengan sikap Mendagri tersebut. Ada indikasi kuat Mendagri tidak paham kedudukan fatwa MA dalam sistem hukum kita dan juga tidak paham substansi surat balasan MA," ujar Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman, Selasa (21/2).


Menurut Habiburokhman, fatwa MA bukanlah produk teknis Yudisial yang mempunyai kekuatan hukum mengikat. Namun, lanjutnya, potongan foto dokumen yang disebut sebagai fatwa MA yang dimuat beberapa media, hari ini juga bukan fatwa MA.

"Dokumen itu hanya surat biasa yang menyatakan MA tidak bisa memberikan pendapat (fatwa) atas masalah hukum yang ditanyakan karena adanya gugatan PTUN," urainya.

Artinya, ACTA menilai Mendagri tidak membutuhkan persetujuan atau petunjuk MA untuk memberhentikan sementara Ahok.

Tanggung-jawab dan resiko hukum tindakan Mendagri tidak memberhentikan Ahok masih melekat pada Mendagri dan pemerintah .

"Norma Pasal 83 UU Pemda sudah sangat jelas. Setiap kepala daerah yang berstatus terdakwa harus diberhentikan. Jadi ada atau tidak gugatan PTUN atau fatwa MA, hal tersebut tetap berlaku," pungkasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya