Berita

Politik

Trimedya Panjaitan "Ditolak" Ribuan Peserta Aksi 212

SELASA, 21 FEBRUARI 2017 | 15:07 WIB | LAPORAN:

. Kesediaan anggota Komisi III DPR RI menemui massa Aksi 212 di depan gedung parlemen ternyata tidak disambut apresasi dari ribuan orang yang berdemonstrasi.

Usai menerima pimpinan massa di dalam gedung DPR RI, Ketua Komisi III Bambang Soesatyo (Fraksi Golkar) dan Wakil Ketua Komisi III Trimedya Panjaitan (Fraksi PDI Perjuangan) menemui umat Islam yang berdemonstrasi. Ada juga anggota Komisi III Mulfachri Harahap dari Fraksi PAN.

Mereka bertiga naik ke atas "mobil komando" bersama Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, dan beberapa ulama lainnya. Bambang Soesatyo kemudian menjelaskan hasil rapat dengar pendapat umum (RDPU) yang digelar beberapa saat lalu.


"Kita sepakat menerima aspirasi. Pertama, permintaan penonaktifan saudara Ahok (Gubernur Jakarta, Basuki Purnama) sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku. Kedua, penegakan hukum atas kasus penistaan agama. Ketiga, agar menghentikan kriminalisasi terhadap ulama. Keempat, menghentikan penangkapan terhadap mahasiswa," jelas Bambang dengan pengeras suara.

Bukan mendapat sambutan positif, malah tanggapan dingin yang dilontarkan ribuan demonstran yang berasal organisasi-organisasi Islam itu.

"Buktikan, buktikan, buktikan," balas ribuan orang itu.

Untuk menenangkan massa yang seakan tak percaya, politikus Golkar itu ikut meneriakkan kata "takbir" yang langsung dijawab "Allahu Akbar" oleh massa.

"Kami akan membawa ke pimpinan untuk diteruskan kepada presiden. Besok kami akan bertemu Kapolri dalam rapat kerja, akan kami sampaikan," janji Bambang.

Setelah itu, Bambang mempersilakan Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP, Trimedya Panjaitan, untuk menyampaikan pernyataan. Namun, sayang, sorakan bernada tidak senang sudah terdengar bahkan sebelum Trimedya berkata-kata.

"Huuuu," seru massa terhadap pejabat teras PDIP itu.

Melihat hal itu, Rizieq menenangkan massa dengan meneriakan takbir dan dijawab "Allahu akbar" oleh ribuan peserta aksi. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya