Berita

Politik

Penyelenggara Pemilu Asing Ikut Pantau Pilkada Besok

SELASA, 14 FEBRUARI 2017 | 12:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Juri Ardiantoro meresmikan Election Visit Program (EVP) pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2017. Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua kalinya dilaksanakan KPU, setelah pertama kali dilaksanakan pada Pilkada Serentak 2015.

Dalam pidatonya, Juri mengatakan seiring dengan perkembangan demokrasi di Indonesia, penyelenggaraan Pilkada di Indonesia dilakukan secara serentak. Setelah sebelunya digelar mengikuti jadwal di masing-masing daerah.

"Untuk menuju ke arah efesiensi dalam berdemokrasi, serta regulasi tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota mengamanatkan untuk dilaksanakannya Pemilihan Kepala Daerah secara serentak," ungkap Juri di Jakarta, Selasa (14/2).


Election Visit Program kali ini diikuti oleh penyelenggara pemilu dari Korea Selatan, Maldives, Nepal, Tunisia, Thailand, Timor Leste, Sri Lanka, Malaysia, Filipina, Australia, Banglades, dan para duta besar negara sahabat, serta NGO pemerhati pemilu dari dalam dan luar negeri. Seminar ini berlangsung mulai tanggal 13-16 Februari 2017.

Acara ini sekaligus membahas overview pelaksanaan tahapan pikada, mulai dari desain pemilihan gubernur, bupati, dan walikota, daftar pemilih, logistik, sistem informasi logistik, sistem informasi penghitungan, sosialisasi, pendidikan pemilih, pemungutan suara, penghitungan, rekapitulasi, dan sengketa, serta kontestasi pilkada.

Pada hari pemungutan dan penghitungan suara besok, para delegasi dan peserta akan melakukan kunjungan ke beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) yakni TPS 95 di Lapas Pondok Bambu, TPS 78-79 di Perumahan Cipinang Indah, TPS di Rutan Cipinang, TPS 44 di Pondok Kopi, TPS 15 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dan TPS 27 di Cempaka Putih Barat. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya