Berita

Hukum

Kuasa Hukum Ahok Tolak Saksi Ahli Dari MUI

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 | 11:40 WIB | LAPORAN:

. Prof. M. Amin Suma, dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi saksi pertama yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan perkara penodaan agama di Auditorium D gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (13/2).

Namun, tim kuasa hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) keberaran dengan saksi ahli agama yang dihadirkan JPU tersebut.

"Kedudukan ahli punya konflik kepentingan. Jika demikian, kebenaran materil sulit dicapai," ujar salah satu kuasa hukum Ahok di Auditorium Kementan.


Tim kuasa hukum Ahok menduga, saksi ahli yang diketahui sebagai gurubesar di UIN Syarifhidayatullah itu, akan bersaksi tidak objektif.

Pasalnya saksi ahli merupakan Wakil Ketua MUI yang terlibat dalam pembahasan sikap dan pendapat keagamaan (SPK) MUI.

Sehingga, tim kuasa hukum Ahok meminta kepada majelis hakim untuk mempertimbangkan keberatan kuasa hukum.

"Kami mohon majelis hakim pertimbangkan keberatan kami. Agar saksi ahli yang tidak kredibel itu tidak patut didengarkan kesaksiannya," pinta kuasa hukum.

Sementara itu, Ketua Umum JPU, Ali Mukartono menilai permintaan tim kuasa hukum Ahok  tidak relevan.

Ali mengatakan, pernyataan kuasa hukum terkait saksi yang dianggap tidak objektif, tidak beralasan. Mengingat, kehadiran saksi ahli tersebut merupakan atas permintaan penyidik.

"Terdakwa Basuki melanggar hukum negara. Tidak bisa dikatakan ada konflik kepentingan. Kehadiran ahli adalah pertmintaan penyidik secara tertulis ke MUI. Berdasarkan itu tidak relevan punya konflik dan tidak independen," timpal Ali.

Menanggapi keberatan kuasa hukum, majelis hakim bermusyawarah dan memutuskan akan tetap memeriksa keterangan saksi ahli. Namun majelis hakim akan mempertimbangkan kesaksian saksi ahli.

"Setelah bermusyawarah, majelis berpandangan tetap memeriksa ahli. Dipakai tidaknya (saksi ahli) akan kami pertimbangkan dalam putusan," tutur Ketua Majelis Hakim, Dwiarso Budi Santiarto. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya