Berita

Rano-Embay/Net

Nusantara

Pesan Menggugah Rano-Embay Untuk Warga Banten

MINGGU, 12 FEBRUARI 2017 | 03:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pilkada Serentak 2017 termasuk di Provinsi Banten tinggal menghitung hari, yaitu 15 Februari. Pasangan Calon Nomor Dua Rano Karno-Embay Mulya Syarief mengajak warga Banten untuk menyukseskan pilkada sekaligus menjaga agar Pilkada berlangsung damai.

Dalam surat resmi yang dipublikasikan, Rano berterimakasih karena proses Pilkada Banten mampu berjalan damai.

"Kita melaluinya dalam damai, tanpa persoalan ataupun perselisihan yang berarti. Kami berterima kasih untuk semua ini. Kedewasaan dan kebesaran jiwa masyarakat Banten dalam mengelola perbedaan pilihan telah ditunjukkan dengan cara yang begitu mempesona," ujar Rano, dalam keterangan resmi, Sabtu (11/2).


Akal sehat dan nurani yang waras, kata Rano, telah mendorong warga Banten mencampakkan semua jenis fitnah dan kebohongan yang ditiupkan sementara kalangan di ajang pilkada yang seharusnya dilakukan secara terhormat dan penuh marwah.

"Kami kerap mengernyitkan dahi dan tak sekali-kali bisa menjumpai sepotong alasanpun untuk membenarkan bila ada pihak-pihak yang berkeras menghembuskan dusta dan seunggun cerita yang tidak berdiri di atas kenyataan. Hanya demi seonggok tampuk, puncak tahta, dan kekuasaan yang fana," tegasnya.

Rano menegaskan, ia dan pasangannya, tidak memahami kontestasi pilkada ini sebagai upaya untuk menaklukkan, karena pilihan akhir rakyat Banten harus dimaknai sebagai kemenangan milik bersama. Tidak ada yang harus merasa dikalahkan, karena sejatinya kekuasaan dipersembahkan setinggi-tingginya untuk kemakmuran dan kesejahteraan bersama.

"Bukan dikuasai oleh keluarga. Bukan dimonopoli oleh orang-orang terdekat di lingkungan yang amat terbatas," sebutnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih karena warga telah berkenan menerimanya dalam setiap kampanye. Rano menyatakan bahwa telah mendengar dan menyimak gelisah, keluh kesah, dan tak sedikit kesedihan yang tersembunyi di dalam benak.

"Maafkan bila kami berjanji hanya untuk sesuatu yang kelak yakin bisa kami tuntaskan. Kami tak ingin di akhir masa jabatan kami digelari sebagai pembohong dan penabur harapan palsu di mata rakyat lantaran janji yang tak bisa kami buktikan. Kami tak ingin hanya demi kekuasaan, kebohongan dan janji-janji nirnalar dianggap sebagai perihal lumrah," ucap politisi PDI Perjuangan ini.

Berikut isi lengkap surat Rano-Embay:

Kepada seluruh rakyat Banten
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Seraya menyebut nama Allah Yang Maha Kasih lagi Maha Penyayang

Segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Mari kita panjatkan rasa syukur yang tak terhingga atas nikmat yang telah Allah karuniakan dalam jumlah yang tak terhitung banyaknya. Salam dan shalawat semoga Allah sampaikan kepada junjungan Baginda Nabi Besar Muhammad, SAW, yang telah mengeluarkan kita dari kegelapan pada terang benderangnya kehidupan. Yang telah mengajar kita bagaimana menabur cinta, welas asih, dan kesejukan pada sesama.

Saudara-saudaraku warga Banten di manapun berada,

Berbilang waktu telah kita lalui. Satu episode kampanye dari rangkaian panjang penyelenggaraan pilkada baru saja kita usaikan hari ini. Kita melaluinya dalam damai, tanpa persoalan ataupun perselisihan yang berarti. Kami berterima kasih untuk semua ini. Kedewasaan dan kebesaran jiwa masyarakat Banten dalam mengelola perbedaan pilihan telah ditunjukkan dengan cara yang begitu memesona.

Akal sehat dan nurani yang waras telah mendorong warga Banten mencampakkan semua jenis fitnah dan kebohongan yang ditiupkan sementara kalangan di ajang pilkada yang seharusnya dilakukan secara terhormat dan penuh marwah. Kami kerap mengernyitkan dahi�"dan tak sekali-kali bisa menjumpai sepotong alasanpun untuk membenarkan�"bila ada pihak-pihak yang berkeras menghembuskan dusta dan seunggun cerita yang tidak berdiri di atas kenyataan. Hanya demi seonggok tampuk, puncak tahta, dan kekuasaan yang fana.

Kami tak memahami kontestasi pilkada ini sebagai upaya untuk menaklukkan, karena pilihan akhir rakyat Banten harus dimaknai sebagai kemenangan milik bersama. Tak ada yang harus merasa dikalahkan, karena sejatinya kekuasaan dipersembahkan setinggi-tingginya untuk kemakmuran dan kesejahteraan bersama. Bukan dikuasai oleh keluarga. Bukan dimonopoli oleh orang-orang terdekat di lingkungan yang amat terbatas.

Berbilang pekan kami berkunjung dan menjumpai warga di desa dan kota. Terima kasih sudah menerima kami dengan hangat dan akrab. Kami telah mendengar dan menyimak gelisah, keluh kesah, dan tak sedikit kesedihan yang tersembunyi di dalam benak. Maafkan bila kami berjanji hanya untuk sesuatu yang kelak yakin bisa kami tuntaskan. Kami tak ingin di akhir masa jabatan kami digelari sebagai pembohong dan penabur harapan palsu di mata rakyat lantaran janji yang tak bisa kami buktikan. Kami tak ingin hanya demi kekuasaan, kebohongan dan janji-janji nirnalar dianggap sebagai perihal lumrah.

Kepada nelayan dan para petani. Kepada para pedagang. Pada kaum perempuan. Pada para wirausahawan. Pada para peladang, perajin, dan buruh di pabrik-pabrik. Pada generasi muda yang menerima estafet di masa depan. Pada seluruh lapisan masyarakat Banten. Kami wakafkan diri kami untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat Banten. Kami tak sempurna, tapi kami akan mempersembahkan hal terbaik yang kami bisa. Iman kami tak sedalam iman Abu Bakar, tapi kami pun takut pada murka Tuhan. Kami tak seadil Umar, tapi kami pun takut doa orang-orang yang terzhalimi dikirimkan ke tepi langit. Kami tak semampu Utsman, tapi kami pun takut ada hak rakyat yang tak kami penuhi. Kami tak setangguh ‘Ali, tapi kami pun takut bila mereka yang hidup di tepian sebagai dhu’afa tak bisa kami bela.

Dalam kesempatan ini, ijinkanlah kami menyampaikan beribu terima kasih pada Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin yang telah menerima kehadiran kami berdua. Cerita KH Ma’ruf Amin malam itu sepanjang hampir 2 jam mengenai keterlibatan Sukarno M Noor�"ayah saya, Rano Karno�"di Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia menguatkan pengetahuan mengenai ayah saya sebagai bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. Doa dari KH Ma’ruf Amin, sungguh, sangat berarti bagi kami.

Terima kasih kami haturkan pada Saudara-saudara yang tergabung dalam keluarga besar Muhammadiyah di Banten. Kita ber- muwajahah seraya merajut pertalian yang kuat di atas semangat ukhuwah dan kecintaan kita pada kebenaran. Legacy KH Ahmad Dahlan saat mengupas surat Al Ma’un akan kami camkan sekuat-kuatnya untuk berdiri bersama mereka yang papa.

Juga kepada Saudara-saudara kami di dua perserikatan yang sangat berpengaruh di Banten, Mathla’ul Anwar dan Al Khairiyah. Perkenankan kami berdua haturkan terima kasih yang mendalam atas segala doa, harapan, dan dukungan yang telah disampaikan. Bantu kami berkhidmat untuk rakyat. Ingatkan kami ketika ada salah dan khilaf. Mathla’ul Anwar, Al Khairiyah, dan berbagai organisasi keislaman lainnya telah berkontribusi besar dalam merawat dan menjaga hidup kita bersama sebagai sebuah bangsa.

Dan kepada semua kader partai pengusung, relawan, dan seluruh warga Banten, perkenankan kami berterima kasih atas semua kerja keras dan dukungan yang telah diberikan. Jagalah situasi agar tetap kondusif, tenang, dan aman hingga tibanya hari pemilihan. Jangan biarkan politik uang yang dilakukan sementara pihak merusak kualitas demokrasi yang hendak kita bangun. Ajaklah seluruh warga untuk hadir ke tempat-tempat pemilihan suara pada hari Rabu, 15 Februari 2017. Biarkanlah hati nurani menuntun warga untuk memilih dan mencoblos nomor 2. Jangan biarkan kecurangan terjadi, jangan biarkan hal-hal tak patut menciderai suara rakyat. Jadikanlah pilkada sebagai arena untuk merayakan kemajemukan dengan penuh rasa syukur dan gembira.

Pada akhirnya, perkenankan kami mohonkan doa. Teguhkan kami di atas jalan yang benar. Kuatkan kami berjalan di atas setapak yang lurus. Semoga Allah melindungi kita semua.

Rano Karno dan Embay Mulya Syarief
Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Nomor 2.

[rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya