Berita

Nusantara

LP-KPK Minta KPK Serius Bina Aceh

MINGGU, 12 FEBRUARI 2017 | 01:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta mengawal Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2017 yang angkanya meningkat dari tahun lalu sebesar 14, 43 persen, yaitu menjadi Rp. 14.7 triliun.

Walaupun sempat alot, akhirnya APBA 2017 disahkan DPRA dengan plt gubernur Aceh pada 8 Februari 2017. Lembaga Pengawas Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Aceh mengapresiasi kedua belah pihak yang akhirnya mencapai mufakat.

Wakil Ketua LP-KPK Aceh, Muammar mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah menetapkan Aceh sebagai salah satu propinsi binaan, hal itu harus ditindaklanjuti sehingga pencegahan korupsi dapat dilakukan, bukan hanya setelah negara dirugikan baru KPK bertindak.


"LP-KPK sepakat dengan pernyataan Wakil Ketua KPK Laode M Syarief yang menyatakan Aceh rawan tindak korupsi salah satunya karena dana otonomi khusus yang besar," sebut Muammar dalam rilisnya, Minggu (12/1).

Menurutnya, ada enam isu strategis dalam APBA 2017, kesemuanya sangat rawan tindakan korupsi. Itulah sebabnya LP-KPK meminta KPK serius membina Aceh bukan sebatas retorika.

"KPK dapat mengajak kejaksaan dan kepolisian serta sipil di Aceh guna mengawal APBA 2017," ujar Muammar.

Selain pembangunan infrastruktur yang rawan mark up, KPK lanjut Muaamar, juga harus mengawal penggunaan anggaran pendidikan yang selama ini kurang dikawal.

Sementara itu bidang investasi dan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang berwawasan lingkungan, menurut Muammar selama ini rawan kolusi dalam pemberian izin, baik sumber mineral dan energi, izin HPH dan HGU hutan juga menjadi titik yang harus mendapat perhatian KPK.

LP-KPK menilai perlunya pengawalan APBA 2017 selain sebab-sebab yang selama ini sudah menjadi rahasia umum, tahun ini merupakan tahun politik dimana SKPA bisa menjadi ATM bagi pihak-pihak yang punya kekuasaan maupun yang akan berkuasa setelah hasil Pilkada 15 Februari 2017.

"KPK harus segera membentuk tim khusus bersama kejati dan kepolisian sehingga pengawalan APBA 2017 dapat berjalan dengan baik," saran Muammar. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya