Berita

Foto/Net

On The Spot

Pemilik Warung Makan Pun Mau Pindah Ke Pulo Gebang

Terminal Pulo Gadung Jadi Sepi
JUMAT, 10 FEBRUARI 2017 | 09:51 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah resmi memindahkan seluruh operasional penjualan tiket bus antar kota antar provinsi (AKAP) dari Terminal Pulo Gadung ke Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, menyusul pemindahan keberangkatan dan kedatangan bus.

Pemindahan operasional tersebut berdampak pada masyarakat dan beberapa usaha lain di Terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Senin lalu (6/2), jadi hari yang berbeda bagi Mama Ridho. Tidak seperti hari-hari sebelumnya, pemilik warung makan Uninga Sederhana itu, tidak melakukan aktivitasnya sehari-hari. Biasanya dia sibuk melayani permintaan sopir, kondektur, calon penumpang, hingga agen tiket yang ingin makan di kedainya.


Warung Uninga Sederhana terhitung cukup besar. Letaknya berada persis di sebelah bekas loket penjualan tiket bus PO Garuda Mas. Ada tiga kios yang dipakainya untuk menjajakan makanan dan minuman.

Ketiga kios itu digunakan se­bagai tempat untuk meletakkan deretan meja makan dan kursi. Sebuah etalase kaca berukuran 2 x 1,5 x 0,5 meter diletakkan persis di depan kiosnya. Etalase itu dipakai untuk menyimpan makanan yang dijajakannya.

Rakyat Merdeka memesan minuman dingin di kedai miliknya. Sambil melayani, Mama Ridho menceritakan dampak pemindahan aktivitas terminal terhadap kedai miliknya. Kata dia, sejak kebijakan pemindahan operasional bus AKAP, warga yang makan di kedainya se­makin menurun, bahkan cenderung sepi.

"Seluruh agen bus pindahsemua mulai tadi pagi. Sebelumnya, masih ada yang datang satu atau dua orang. Memang sudah mulai menurun sejak operasional dipindahkan ke Pulo Gebang," katanya.

Biasanya, pagi dan malam hari adalah waktu ramai di kedainya. Pelanggannya beragam. Mulai dari sopir bis, kondektur, hingga penumpang dan calon penump­ang bus AKAP.

"Sekarang tinggal cerita. Seharian ini baru Mas saja yang beli di warung saya," kata wanita yang mengenakan jaket hitam itu.

Mama Ridho mengaku sudah tidak diminta uang sewa kios di Terminal Pulo Gadung. Tapi, dia masih bingung apakah akan ikut memindahkan usahanya ke Pulo Gebang. Penyebabnya, dia mendengar cerita dari beberapa rekannya bahwa salah satu terminal terbesar di Asia itu masih sepi.

"Masih bingung. Kata teman-teman masih sepi. Ini saya baru mau melihat-lihat ke sana. Kalau kira-kira prospeknya bagus, pasti pindah. Soalnya, suami saya juga kerjanya di sana seka­rang," ujar wanita yang sudah 15 tahun berusaha di Terminal Pulo Gadung ini.

Sementara sang suami yang minta disebut Bapak Ridho ini mengaku, Senin lalu merupa­kan pertama kalinya dia pindah bekerja di Pulo Gebang. Agen bus tujuan Pelabuhan Merak itu mengaku, menerima saja pera­turan yang dibuat pemerintah. Yang penting, kata dia, mata pencahariannya tidak tertutup sama sekali.

"Mau apa lagi. Kita ikut saja kalau memang sudah aturan. Kita tidak bisa membantah. Lagipula di Pulo Gebang sudah mulai ramai. Mungkin kalau semua terminal di Jakarta tertib, bakal cepat ramai di Pulo Gebang," harapnya.

Dari pantauan, sudah tidak ada aktivitas keberangkatan dan kedatangan bus di Terminal Pulo Gadung. Selain itu, loket-loket penjualan pun kosong. Kekosongan tampak di bagian luar maupun bagian dalam loket yang tadinya merupakan tempat agen menjajakan tiket. Tadinya, tiap agen tiket diberikan kios berukuran kira-kira 2x1 meter untuk aktivitas penjualan tiket.

Bangunan terminal yang dicat warna biru di bagian bawah dan putih di bagian atas tampak kusam. Kekusaman pun tampak di lantai keramik, yang tadinya putih sudah menghitam. Di be­berapa tempat, atap dan plafon bangunan mengalami kerusakan cukup parah.

Tadinya, areal pemberangka­tan maupun kedatangan bus-bus AKAP berada di sebelah kiri pintu masuk terminal. Kini, sama sekali tidak ada aktivitas bus AKAP. Di bagian depan hanya terparkir dua bus milik PO Lorena tujuan Bogor. "Kalau jurusan Bogor masuknya dalam kota," kata kondektur bus terse­but saat dijumpai.

Ditutupnya loket penjualan tiket tidak hanya berpengaruh terhadap sepinya aktivitas peda­gan makanan. Salah satu usaha yang turut terkena imbas, yakni kios penjualan voucher pulsa isi ulang. Dari pantauan, setidaknya ada tiga kios penjualan voucher pulsa isi ulang yang tidak berak­tivitas hari itu.

Di bagian terpisah, aktivitas di terminal dalam kota berjalan seperti biasa. Angkutan perko­taan berukuran kecil, medium hingga Bus Transjakarta keluar masuk Terminal Pulo Gadung. Sebagian lainnya ngetem atau menunggu penumpang di perempatan yang berada persis di depan terminal.

Terpisah, Firman, staff secu­rity di Terminal Pulo Gadung justru menilai, pemindahan ini tidak selalu memberikan dampak buruk bagi terminal. Hal tersebut, kata dia, tampak dari kebersihan terminal.

"Tidak semuanya negatif, soalnya pas pemindahan ini, terminal langsung direnovasi bangunannya, kan jadi tak terla­lu terganggu traffic penumpang. Selain itu, warga penyandang masalah sosial hampir tidak ter­lihat lagi," ujarnya. ***

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Tiga ABK WNI Hilang dalam Ledakan Kapal UEA di Selat Hormuz

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:50

Kemenhaj Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Oleh-oleh Haji

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:15

KPK Sempat Cari Suami Fadia Arafiq Saat OTT Kasus Korupsi Pemkab Pekalongan

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:08

AWKI Ajak Pelajar Produksi Film Pendek Bertema Kebangsaan

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:06

Sambut Nyepi, Parade Ogoh-Ogoh Meriahkan Bundaran HI

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:32

Sekjen PSI Jalankan Amanah Presiden Prabowo Benahi Tata Kelola Hutan

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:15

Balas Serangan Israel, Iran Bombardir Kilang Minyak Haifa

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:10

15 Vaksinasi Wajib untuk Anak Menurut IDAI dengan Jadwalnya

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:05

Zendhy Kusuma Soroti Bahaya Penghakiman Digital Usai Video Restoran Bibi Kelinci

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:01

3 Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai, Jangan Sampai Salah

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:00

Selengkapnya