Berita

Yusril Ihza

Politik

Yusril: Waspadalah Terhadap Penyebaran Simbol Komunisme Dan PKI

JUMAT, 10 FEBRUARI 2017 | 06:54 WIB | OLEH: YUSRIL IHZA MAHENDRA

GAMBAR dan simbol Palu Arit yang melambangkan Komunisme dan Partai Komunis Indonesia (PKI) kini bermunculan di mana-mana. Pemunculan simbol Komunis itu nampak seperti sengaja, sistematis dan makin hari makin meluas.

Simbol itu baru-baru ini tiba-tiba muncul di Madura, dekat pondok pesantren yang besar dan berpengaruh, Pesantren Banyu Anyar dan Darut Tauhid. Di daerah-daerah lain, simbol Komunis itu sering pula dimunculkan dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Saya menyerukan kepada warga, simpatisan dan pendukung Partai Bulan Bintang khususnya dan umat Islam umumnya agar berhati-hati dan waspada. Munculnya simbol Komunis itu bisa benar-benar dilakukan oleh anak-cucu dan simpatisan PKI zaman dulu, bisa pula aksi pancingan agar ada keresahan dan kemudian reaksi  dari umat Islam.


Dalam sejarah politik di negeri kita, warga Bulan Bintang (keluarga Masyumi dulunya) adalah sasaran utama PKI untuk dihabisi. Pembunuhan dan pembantaian terhadap keluarga Masyumi mulai terjadi sejak Peristiwa Madiun tahun 1948. Pembunuhan terus berlanjut secara sporadis sampai Masyumi dibubarkan tahun 1960, yang salah satu penyebabnya adalah sikap anti Komunis dan anti Nasakom yang dipaksakan untuk diterima di zaman itu.

Bangsa kita kini sedang diuji dan diobok-obok dimulai dengan keresahan dan menumbuhkan rasa curiga satu sama lain. Kecurigaan ini lama kelamaan bisa memancing bentrokan. Inilah yang dinamakan konflik sosial yang mendorong terjadinya perang saudara. Kalau bangsa ini terpecah belah, dengan mudah negara ini jatuh pada kekuatan-kekuatan asing.

Pemerintah kita, sejalan dengan amanat Ketetapan MPRS tahun 1966 yang hingga kini masih berlaku, seharusnya bersikap tegas menindak penyebar simbol-simbol Komunisme yang meresahkan masyarakat ini.

Arahan seperti itu seharusnya datang dari Presiden dan dilaksanakan secara konsisten oleh aparat penegak hukum di seluruh Tanah Air. Jangan keadaan seperti ini dibiarkan berkembang dalam masyarakat kita.

Kepada segenap warga, pendukung dan simpatisan Bulan Bintang, saya menyerukan agar meningkatkan kewaspadaan. Tetaplah sabar, namun hati-hatilah! Ajak seluruh keluarga, teman dan handai tolan untuk menyadari ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.

Perkuat keimanan dan ketakwaan serta keyakinan kepada ajaran-ajaran Islam dan jauhkan diri masing-masing dan orang-orang di sekitar kita dari provokasi dan memecah-belah masyarakat dengan penyebaran simbol-simbol Komunis dan PKI ini.

Pemerintah dan warga Bulan Bintang wajib pula untuk memahami dengan sungguh-sungguh makna Pancasila sebagai landasan falsafah bernegara kita. Inilah titik temu atau "kalimatin sawa' bainana wa bainahum" yang menyatukan seluruh komponen bangsa kita. Komunisme tidak mendapat tempat di negara yang berlandaskan kepada Pancasila itu! [***]

Penulis adalah Ketua Umum Partai Bulan Bintang

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya