Berita

Bachtiar Nasir/net

Politik

GNPF MUI: Ada Yang Mengadu Domba Umat Islam Dengan Pemerintah

JUMAT, 10 FEBRUARI 2017 | 00:50 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), Bachtiar Nasir, mengaku mengendus upaya pihak tertentu mengadu domba umat Islam di Indonesia dengan pemerintahan yang sah.

"Umat Islam tidak ingin dibenturkan dengan pemerintah," ujar Bachtiar saat berkunjung ke rumah dinas Menko Polhukam, Wiranto, di Kuningan, Jakarta Selatan, bersama para ulama Islam lain (Kamis sore, 9/2).

Dia meminta seluruh umat Islam di Indonesia agar tidak terpancing provokasi yang mengadu domba umat Islam dengan pemerintah. Menurutnya, umat Islam dan pemerintah yang sah memiliki tujuan sama, yaitu memajukan Indonesia.


"Jangan mau dibenturkan antara kita umat Islam yang cinta kedamaian dengan pemerintah Indonesia yang juga menginginkan kemajuan bagi Republik Indonesia," tuturnya, seperti diberitakan RMOL Jakarta.

Lebih jauh, Bachtiar sekaligus membantah tuduhan yang menyebut kelompoknya ingin menggulingkan pemerintahan yang sah.

"Jika ada provokasi atau info yang membenturkan, maka kami pertegas bahwa itu tidak benar. Kami siap senantiasa berkomunikasi dengan Beliau (Menko Polhukam) 24 jam," tegasnya lagi.

Tak hanya itu, Bachtiar mengklaim bahwa pihaknya telah menjamin kesepakatan dengan pemerintah untuk menerapkan penegakan hukum yang berkeadilan bagi siapa pun.

"Telah kita sepakati bahwa hukum kita terapkan secara bermartabat tanpa rekayasa, tanpa meresahkan, dan tanpa menimbulkan gejolak di tengah masyarakat yang belakangan ini mengalami pasang surut," pungkasnya. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya