Berita

TB Hasanudin/Net

Nusantara

TB Hasanudin: Jangan Nistakan Rakyat Dengan Praktik Politik Uang

KAMIS, 09 FEBRUARI 2017 | 15:05 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Di tengah kritik keras terhadap ketidakmampuan Bawaslu memburu pelaku money politic di Cisauk, Tangerang, PDI Perjuangan mengambil inisiatif untuk membentuk Satgas Anti-Money Politic.

Diikuti ribuan anggota Satgas, PDI Perjuangan mengajak seluruh kadernya untuk terlibat aktif mencegah dan menindak para pelaku money politic.

Dalam arahannya, Ketua Tim Pemenangan Internal PDI Perjuangan untuk Pasangan Calon Rano-Embay, Mayjen TNI (Pur) TB Hasanudin, menyebut sinyalemen kuat adanya kegiatan money politic akan kembali dijalankan di ajang Pilkada Banten kali ini. Ia menyebut praktik tersebut sebagai pembajakan dan pembusukan terhadap nilai-nilai demokrasi.


"Tidak ada karakter yang lebih buruk dari seorang calon pemimpin dalam menistakan rakyatnya sendiri selain dengan pikiran bahwa suara rakyat bisa dibeli dengan harga yang amat murah. Terbentuknya dinasti korup di Banten selama ini salah satunya juga dipicu oleh praktik jual beli suara seperti itu. Berhentilah menistakan rakyat dengan cara-cara kotor seperti itu," terang TB Hasanuddin, sebagaimana diterima redaksi (Kamis, 9/2).

TB Hasanudin juga mengajak semua penyelenggara pemilu untuk tidak menjadikan isu anti money politic sebagai lips service. Ia juga menyayangkan sikap Ketua Bawaslu Banten Pramono yang tidak bersedia menindaklanjuti kasus Cisauk meskipun bukti-bukti gambar dan pengakuan para anggota panwascam terang benderang mengaku melihat dan bahkan menegur langsung praktik money politic tersebut di lokasi acara.

Arus kritik mengalir deras kepada Bawaslu yang dianggap tidak tegas. Anggota Panwascam yang melihat langsung kejadian bagi-bagi amplop di Cisauk justru tidak dijadikan sebagai temuan oleh pihak Bawaslu. TB Hasanudin akan menjadikan kejadian ini sebagai catatan penting mengingat Ketua Bawaslu Banten yang saat ini menjabat juga berniat maju sebagai salah satu komisioner KPU Pusat.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia, Aditya Perdana, ikut mendukung sikap dan langkah yang ditempuh PDI Perjuangan dalam mencegah praktik politik uang di Banten. Ia menyinyalir kekuatan  politik lama masih akan menggunakan modus yang sudah terbiasa dilakukan.

"Dinasti politik di Banten memiliki jaringan untuk menggerakkan politik uang dengan memanfaatkan atau mengelabui masyarakat yang tidak paham dengan bersembunyi di balik terminologi agama seperti zakat dan shadaqah," terang kandidat doktor Jerman tersebut.

Ia mendorong Bawaslu untuk menyebarluaskan kesadaran soal anti politik uang ini ke semua lapisan masyarakat. Akan tetapi Bawaslu juga harus mampu menunjukkan itikad baiknya dalam memberantas money politic.

"Jangan seperti kejadian Cisauk yang dilepaskan begitu saja oleh Ketua Bawaslu," pungkas Aditya. [ian]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya