Berita

Ahok/Net

Politik

Ahok-Djarot Diprediksi Kalah Di Putaran Kedua

KAMIS, 09 FEBRUARI 2017 | 13:03 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Pilgub DKI 2017 akan berlangsung selama dua putaran dan semua pasangan calon memiliki peluang yang sama untuk masuk ke putaran kedua.

Begitu kata Direktur Konsepindo Research and Consulting Veri Muhlis Arifuzzaman yang berhasil merampungkan kajian mengenai bedah akhir kekuatan peserta Pilkada DKI.

"Semua data survei yang bisa diakses, kita buka dan bedah. Begitu juga analisa pengamat mengenai peta kekuatan para paslon dan tentu melihat juga peta pergerakan dukungan di sosial media. Hasilnya disimpulkan seperti itu," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (9/2).


Selain itu, kajian ini juga menyimpulkan bahwa pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat adalah pasangan yang paling rentan dan memiliki peluang kalah lebih besar dibanding dua penantangnya.

Kans Ahok-Djarot untuk lolos ke putaran kedua memang besar. Namun di putaran kedua, peluang Ahok-Djarot mendapat limpahan suara dari paslon yang tak lolos, amat kecil.

"Para pemilih paslon yang tidak lolos, lebih berpotensi pindah ke penantang Ahok lainnya," sambung Veri.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa partisipasi pemilih di pilgub kali ini akan mengalami peningkatan.  Semua pihak merasa terpanggil untuk menggunakan hak pilih dalam menentukan pemimpin DKI 5 tahun ke depan.

"Patut diduga akan terjadi lonjakan partisipasi di kalangan tertentu karena keterpanggilan batin ini," sambungnya.

Veri menambahkan bahwa kawasan pemukiman elit, cluster, dan perumahan akan didominasi oleh pasangan Ahok-Djarot.

"Sementara kawasan perumahan biasa, permukiman, perkampungan akan lebih banyak dikuasai para pasangan penantang," pungkasnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya