Berita

Foto/Net

Politik

PP Bamusi Lantik Cabang Kabupaten Tangerang

KAMIS, 09 FEBRUARI 2017 | 11:05 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Pengurus Pusat (PP) Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) melantik Pengurus Cabang Bamusi Kabupaten Tangerang. Bamusi adalah organisasi sayap keislaman PDI Perjuangan.

"Baitul Muslimin Indonesia didirikan oleh para tokoh NU dan Muhammadiyah pada 2007 dan direstui oleh Ibu Hj Megawati Soekarno Putri. Hingga kini sudah di hampir seluruh provinsi," kata Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi PP Bamusi, Irvansyah, usai melantik Pengurus Cabang Bamusi Kab Tangerang dan Orasi Kebangsaan di Hotel Yasmin Karawaci, Tangerang, Rabu sore (8/1).

"Pembentukan dan pelantikan Pengurus Cabang Bamusi Kabupaten Tangerang merupakan cabang pertama di Provinsi Banten yang dilantik. Pada 2017 ini, kita akan lantik seluruh pengurus cabang Bamusi kabupaten/kota di Provinsi Banten," sambung Irvansyah, dalam acara yang dihadiri langsung Sekretaris Dewan Penasihat Bamusi Ahmad Basarah, Ketua Pengurus Daerah Bamusi Banten Deden M Fatih, Ketua DPC PDI Perjuangan Kab Tangerang Topari, serta ulama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda se-Kabupaten Tangerang.


Pada susunan pengurus sebagian besar nama baru, baik dari kalangan ormas Islam NU dan Muhammadiyah dengan beragam latar belakang profesi. Susunan Dewan Penasehat terdiri dari KH Mahrusillah, Ustad Jasmani Al Hadi, Ustad Khusairi Pohan, KH Hendri K Wahyudi LC, Ustad Carmin, Ustad Saiful Bahri dan Ustad Suhendi. Sementara pengurus cabang diketuai Abdul Choir SH, Sekretaris Didik Rubiyanto Dimyati, Bendahara Muhkam Hudaya.

Dalam orasi kebangsaan, Ahmad Basarah, mengatakan bahwa Pancasila merupakan sintesis antara Islam dan Nasionalisme. Pancasila ibarat sepasang rel kereta api yang harus selalu berdampingan dengan kokoh untuk mengantarkan penumpangnya sampai pada tujuannya.

"Salah satu dari rel kereta api itu patah maka akan berisiko jatuhnya kereta api dari atasnya. Resikonya bukan hanya penumpang kereta api itu tidak akan sampai tujuan tetapi penumpang-penumpang kereta api tersebut akan celaka," ujar Basarah.

Dia menjelaskan, sejarah pembentukan Indonesia sebagai sebuah negara bangsa tidak dapat dipisahkan dari gerakan kaum Islam dan kaum kebangsaan, baik pada konteks gerakan pemikiran maupun gerakan politik.

Pergerakan kaum kebangsaan yang dimulai dengan berdirinya Perkumpulan Boedi Oetomo tahun 1908 yang diikuti dengan berdirinya perkumpulan-perkumpulan atau organisasi-organisasi gerakan lainnya seperti perkumpulan Muhammadiyah (1912), Nahdlatul Ulama (1926) dan Partai Nasional Indonesia/PNI (1927).

Dimensi pergerakan kaum Islam dan kaum Kebangsaan tersebut kemudian terinternalisasi dalam gerakan pemikiran dan gerakan politik Soekarno.

Basarah melanjutkan, konstruksi pemikiran politik awal yang menggembleng Soekarno adalah HOS Tjokroaminoto dan KH Ahmad Dahlan saat ia berusia remaja di Surabaya. Kemudian konstruksi pemikiran sosialisme dan kebangsaan ia dapatkan saat belajar di ITB Bandung.

"Dua dimensi pemikiran Islam dan kebangsaan itulah yang akhirnya oleh Soekarno dikonseptualisasikan menjadi Pancasila yang sekarang menjadi konsensus dasar bangsa Indonesia sebagai ideologi negara," demikian Basarah. [ian]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya