Berita

Martinus Sitompul/net

Hukum

Polri Gandeng Kemenkominfo Blokir Yang Berkampanye Di Masa Tenang

KAMIS, 09 FEBRUARI 2017 | 04:57 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan kampanye lewat jejaring media sosial pada masa tenang (12-14 Februari) hingga Pemilihan Kepala Daerah Serentak dilaksanakan pada Rabu 15 Februari 2017.

Bila pada masa itu ditemukan masyarakat yang melakukan penyebaran informasi kampanye di media sosial maka akan dilakukan pemblokiran. Kepolisian akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk melakukan tindak pemblokiran terhadap informasi kampanye di media sosial.

"Apabila itu mengganggu dalam kaitan melanggar ketentuan undang-undang, kami akan komunikasikan dengan Kominfo untuk memantau dan blokir," kata Kepala Bagian Penerangan Masyarakat Polri, Komisaris Besar Martinus Sitompul, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (8/2).


Sebelumnya, anggota Komisi Pemilihan Umum, Hadar Hafis Gumay, mengatakan, KPU hanya bisa mengimbau para "netizen" dan "buzzer" untuk tidak melakukan kampanye di media sosial saat masa enang. Alasannya, KPU tidak memiliki landasan undang-undang yang cukup untuk bertindak lebih jauh.

Ia pun berharap KPU di masa mendatang mempunyai regulasi untuk mengawasi dan menghentikan aktivitas kampanye di media sosial selama masa tenang Pilkada dan Pemilu.

"Ke depan kita harus cari cara. Kalau KPU sekarang ya cuma bisa imbau," aku Hadar Nafis Gumay. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Restorative Justice Jadi Komedi saat Diucapkan Jokowi

Selasa, 27 Januari 2026 | 04:08

Pembentukan Dewan Perdamaian Trump Harus Dikritisi Dunia Islam

Selasa, 27 Januari 2026 | 04:00

Eggi Sudjana Pengecut, Mau Cari Aman Sendiri

Selasa, 27 Januari 2026 | 03:15

Beasiswa BSI Maslahat Sentuh Siswa Dhuafa

Selasa, 27 Januari 2026 | 03:12

Purbaya Bakal Sidak Perusahaan Baja China Pengemplang Pajak

Selasa, 27 Januari 2026 | 03:03

Kirim Surat ke Prabowo, Prodem Minta Polri Tetap di Bawah Presiden

Selasa, 27 Januari 2026 | 02:32

Pengangkatan 32 Ribu Pegawai SPPG Jadi PPPK Jomplang dengan Nasib Guru Madrasah

Selasa, 27 Januari 2026 | 02:17

Dukung Prabowo, Gema Bangsa Bukan Cari Jabatan

Selasa, 27 Januari 2026 | 02:01

Lingkaran Setan Izin Muadalah

Selasa, 27 Januari 2026 | 01:38

Polri di Bawah Presiden Amanat Reformasi dan Konstitusi

Selasa, 27 Januari 2026 | 01:13

Selengkapnya