Berita

Yusril Ihza Mahendra/net

Politik

PBB: Umat Islam Jangan Mau Dijadikan Bulan-bulanan Dan Terus Terpojok

KAMIS, 09 FEBRUARI 2017 | 00:44 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketegangan sosial bernuansa suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) yang terjadi akhir-akhir ini akan menghasilkan kerusuhan jika negara membiarkannya tanpa kendali.

Hal itu menjadi salah satu isu yang dibahas Rapat Pleno DPP Partai Bulan Bintang (PBB) yang mengesahkan reshuffle kepengurusan. Rapat itu sendiri berakhir pada Rabu petang (8/2).

Dalam keterangan pers tertulis yang disebarkan Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra, PBB secara khusus menyorot tindakan-tindakan yang memojokkan Islam dan umatnya di Indonesia melalui berbagai media.


Sayangnya, pemerintah malah terkesan membiarkan perlakuan semena-mena yang merendahkan martabat Islam, ulama serta umatnya di Indonesia. Padahal, Islam telah memberikan kontribusi sangat besar bagi kemajuan bangsa jauh sebelum kemerdekaan.

"Perlakuan semena-mena terhadap Islam seharusnya menjadi kesadaran baru bagi umat Islam Indonesia, bahwa tanpa kekuatan politik dan ekonomi, kendatipun mayoritas, umat Islam dengan mudah diremehkan bahkan diinjak-injak. Untuk itulah, PBB berupaya tetap eksis dan mengajak umat Islam untuk jangan meninggalkan Islam dalam berpolitik," terang Yusril.

Sekularisasi politik yang melepaskan Islam dari politik akan melahirkan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak akan berpihak kepada Islam. Bahkan, PBB melihat kekuatan komunis malah mendapat tempat untuk hidup kembali di tengah masyarakat.

PBB mengajak umat Islam untuk kembali memperkuat partai Islam dalam memperjuangkan aspirasi umat Islam. Jika partai Islam ditinggalkan, maka yang muncul adalah kekuatan sporadis yang bisa menekan tetapi tetap berada di pinggiran kekuasaan.

"Umat Islam jangan sampai dijadikan bulan-bulanan politik yang terus-menerus dipinggirkan dan terpojok tanpa dapat menentukan arah perjalanan bangsa dan negara," kata Yusril. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya