Berita

Foto/Net

Politik

Doli: Jangan Kotori Kemurnian Idealisme Gerakan Mahasiswa!

RABU, 08 FEBRUARI 2017 | 15:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gerakan mahasiswa adalah gerakan independen dan bukan partisan. Gerakan mahasiswa muncul secara spontan sebagai reaksi dari keadaan sosial politik yang tidak berpihak kepada rakyat, keadilan, dan kebenaran.

Begitu kata politisi muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyikapi aksi sekelompok mahasiswa yang menggeruduk kediaman Ketua Umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kuningan, Jakarta, Senin (6/2) lalu.

"Saya belum pernah dengar di belahan dunia manapun sebuah gerakan mahasiswa mendukung pemerintah, apalagi bagian atau partisan dari pemerintah atau kekuatan politik tertentu," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu, Rabu (8/1).


Menurutnya, gerakan mahasiswa selalu berhadapan dengan pemerintah, karena gerakan itu adalah bagian dari gerakan pembelaan terhadap rakyat.

"Gerakan itu lahir karena adanya kesamaan suasana kebathinan yang ditangkap dari rakyat," sambung Doli yang sewaktu menjadi mahasiswa menjabat sebagai Ketua Senat Universitas Padjadjaran dan aktif dalam berbagai aksi mahasiswa di tahun 1998 itu.

Mantan Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) itu melanjutkan bahwa terkadang gerakan mahasiwa sering tertunggangi atau pada akhirnya seakan menjadi bagian dari kekuatan politik tertentu. Hal tersebut karena gerakan mahasiswa berhenti pada gerakan moral dan tidak berlanjut lagi ketika masuk pada gerakan politik, yang niscaya terjadi.

"Mereka selalu diambil perannya oleh kekuatan politik tertentu, tapi yang juga berhadapan dengan pemerintah," terang Doli.

Sehingga, sambungnya, menjadi aneh jika ada gerakan mahasiswa yang secara terang-terangan mengidentikkan diri dengan pemerintah atau kekuatan politik tertentu dan kemudian mau ikut diadu dengan kekuatan politik tertentu lainnya.

"Sebaiknya mereka tidak usah pakai embel-embel gerakan mahasiswa kalau mau jadi partisan dan melakukan gerakan politik. Sebut saja dengan tegas diri mereka, seperti 'rakyat muda-mudi pendukung Jokowi' atau 'centra gerakan pemuda dan pelajar PDIP' atau 'garda komando KSP' misalnya," sambung Doli.

"Janganlah kotori kemurnian dan idealisme gerakan mahasiswa," pungkas ketua umum DPP KNPI periode 2008 hingga 2011 itu. [ian]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya