Berita

Foto/Net

Politik

Jelang Pilkada, Media Diminta Jaga Netralitas Dan Tidak Sebarkan Hoax

RABU, 08 FEBRUARI 2017 | 10:07 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Jaringan Masyarakat Peduli Penyiaran Indonesia (JAMPPI) mendukung langkah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang melakukan monitoring siaran pilkada dengan memberikan sanksi tegas kepada media yang melanggar.

Hal itu sebagaimana diutarakan Ketua Umum JAMPPI Rheza Wahyu Anjaya menanggapi akan diadakannya Hari Pers Nasional pada 9 Februari di Ambon dan pelaksanaan pilkada serentak di 7 Provinsi, 18 kota, dan 76 kabupaten di Indonesia pada 15 Februari 2017 nanti.

Rheza juga mengingatkan kepada semua insan pers bahwa media adalah salah satu pilar demokrasi yang harus dijaga bersama. Publik tentu memiliki ekspektasi tinggi kepada media agar dapat mengambil langkah strategis dalam melakukan kontrol terhadap realitas politik pilkada sekaligus memberi penekanan pada berbagai agenda utamanya dalam proses pilkada.


"Untuk itu kami menyerukan kepada seluruh media yang terlibat dalam pelaksanaan pilkada serentak untuk menjaga netralitas dan tidak memihak kepada salah satu calon kandidat peserta pilkada," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu, Rabu (8/2).

Selain itu, Rheza berharap masyarakat dan media tidak menyebarkan informasi bohong atau hoax. Apalagi jika informasi tersebut mengandung unsur sara yang menyebabkan perpecahan kita sebagai bangsa.

"Sementara kepada para kandidat yang mengikuti kontestasi pilkada kami harap bisa memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat dengan harapan masyarakat dapat rasional memilih pemimpin yang menjadi pelayan masyarakat," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya